RADAR JOGJA – Sebagian wilayah DIJ sisi selatan merasakan getaran gempa. Berdasarkan data Stasiun Geofisika BMKG Jogjakarta, pusat episentrum gempa terjadi di wilayah Samudera Hindia. Tepatnya 77 kilometer arah selatan Pacitan, Jawa Timur.

Gempa berkekuatan magnitudo 5,1 ini dipastikan tak menyebabkan tsunami. Diketahui bahwa peristiwa alam ini terjadi pukul 15.27. Kedalaman titik episentrum gempa mencapai 64 kilometer. Berdasarkan kekuatan, tergolong sebagai gempa skala menengah.

“Akibat adanya aktifitas Subduksi Lempeng Indo-Australia di Selatan Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun atau Normal Fault,” jelas Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jogjakarta Agus Riyanto, Kamis (10/9).

Tak hanya Jogjakarta, gempa ini juga terasa di sejumlah wilayah lainnya. Mulai dari Sawahan, Nganjuk, Magetan, Trenggalek, Pacitan Jawa Timur,  di Wonogiri, Jawa Tengah. Sementara Jogjakarta terasa di Bantul dan Gunungkidul.

Gempa ini tercatat dalam skala II-III modified mercalli intensity (MMI). Indikatornya adalah getaran dirasakan nyata dalam rumah. Berupa getaran seakan-akan truk berlalu.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotens menimbulkan tsunami,” katanya. 

Hasil pemantauan menunjukan tak ada gempa susulan. Setidaknya hingga 15.50 tidak muncul gempa bumi susulan. Walau begitu Agus tetap merekomendasikan warga tetap waspada.

Menurutnya gempa tektonik adalah peristiwa wajar. Terlebih pergerakan lempeng dan subduksi masih terus terjadi. Langkah antisipasi adalah dengan memeriksa struktur bangunan hunian.

“Periksa lagi hunian, kalau ada kerusakan struktur segera perbaiki dan pastikan bangunan tetap tahan gempa. Lalu jangan terprovokasi info hoax, tetap pantau dari website atau akun resmi BMKG,” ujarnya. (dwi/tif)

Breaking News