RADAR JOGJA – Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Jogjakarta menerbitkan peringatan dini angin kencang. Perkiraan peningkatan kecepatan angin terjadi hingga Sabtu (22/8). Kondisi ini telah berlangsung sejak Jumat (21/8) di Jogjakarta. Rata-rata kecepatan angin mencapai 40 km/jam hingga 49 km/jam.

Kepala Staklim BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas menuturkan, terjadi perbedaan tekanan udara tinggi. Tepatnya di sebelah barat Australia mencapai 1024 milibar (mb) dengan tekanan udara rendah di sebelah barat perairan Sumatera mencapai 1010 mb.

“Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Jogjakarta. Kondisi ini terjadi sejak pagi tadi dan berpotensi sampai besok (22/8),” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (21/8).

Kondisi angin kencang hampir terjadi merata di seluruh Jogjakarta. Artinya peningkatan kecepatan angin terjadi merata di seluruh kabupaten dan kota. Hampir seluruh kecamatan di setiap wilayah juga merasakan fenomena alam ini.

Reni memastikan kondisi ini tergolong wajar. Terlebih dinamika perubahan cuaca masih berlangsung setiap harinya. Walau begitu, pihaknya tetap meminta masyarakat tetap waspada. Terutama atas bahaya sekunder dari angin kencang.

“Angin kencang ini bisa mengakibatkan seng atau atau rumah beterbangan. Lalu dahan pohon patah hingga baliho, pohon dan tiang roboh,” katanya.

Staklim BMKG Jogjakarta juga menerbitkan peringatan dini gelombang tinggi. Kondisi ini berlangsung merata di seluruh perairan sisi selatan Jogjakarta. Tepatnya di seluruh kawasan pantai di wilayah Jogjakarta.

Data terbaru menyebutkan kategori gelombang laut tergolong tinggi. Ketinggian mencapai kisaran 2,5 meter hingga 4 meter. Imbauan telah dikirimkan ke seluruh potensi SAR pantai dan nelayan pesisir selatan Jogjakarta.

“Ini masuk kategori tinggi. Sudah kami terbitkan peringatan dini waspada potensi peningkatan tinggi gelombang air laut. Agar disikapi dengan bijak oleh penjaga pantai, nelayan maupun wisatawan pantai,” ujarnya. (dwi/ila)

Breaking News