RADAR JOGJA – Warga Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, Bantul dihebohkan temuan bongkahan batu yang menyerupai struktur kaki candi. Bongkahan itu diduga peninggalan purbakala. Berlokasi di area lahan tebu milik warga, Selasa (18/8).

“Tidak tahu siapa yang pertama kali menemukan. Tapi sudah heboh di media sosial,” ungkap Heri Kiswanto, 38, warga sekitar saat berada di lokasi penemuan.

Heri mengaku, baru mengetahui temuan tersebut kemarin siang. Bongkahan temuan tersebut termasuk baru. Setelah 17 tahun silam di sekitar lokasi juga ditemukan bongkahan batu dengan struktur yang sama.

Dukuh Cikal Kring Bintaran Kulon Setyo Handoko menambahkan, pada 2003 lalu, jarak 20 meter ke Selatan dari lokasi juga ditemukan bongkahan serupa. Dengan jenis bebatuan serupa. Namun warga hanya mengira, bongkahan itu sebatas batu padas pada umumnya. “Kami nggak berpikir bahwa itu ada kaitannya dengan situs ataupun peninggalan purbakala. Jadi warga sekitar lokasi menutup dengan pelataran,” terangnya.

Kemudian, pada tahun yang sama, juga ditemukan sebuah sumur tua. Terletak 50 meter ke arah Utara dari lokasi temuan tersebut. Nah, sekitar setengah kilometer dari lokasi juga terdapat Situs Payak. Yakni, situs arkeologi diduga dibangun sekitar abad ke-9 yang berlokasi di Padukuhan Payak, Srimulyo, Piyungan.

“Entah, ada kaitannya atau tidak dengan Situs Payak. Tetapi dilihat dari jenis bebatuannya berbeda,” jelas Setyo.

Disebutkan, batuan Situs Payak berjenis andesit. Sedangkan bongkahan batu berbentuk kotak di lokasi berwarna putih.

Dia menceritakan, jauh berabad-abad silam, juga ditemukan sebuah arca 300 meter dari lokasi. Arca itu menyerupai arca dewa wisnu. Kendati begitu, bagian kepala sudah terputus. Bagian kepala sudah dicuri.

“Orang zaman dulu menyebutnya reco buntung. Sekarang menjadi nama jalan,” sahut Setyo.

Adanya temuan tersebut mengundang perhatian Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIJ. Kepolisian Khusus (Polsus) Cagar Budaya BPCB DIJ mendatangi lokasi dan melakukan peninjauan. Mereka mengukur bagian per bagian bongkahan tersebut.

Berdasar pengukuran bongkahan batu tersebut tersusun rapi berbentuk balok. Menyerupai kaki candi berukuran 190 x 190 cm. Sementara ukuran per baloknya dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 30 cm dan tinggi sekitar 30 cm.

“Kami belum bisa simpulkan. Saat ini hanya mengumpulkan data dan baru akan ditindaklanjuti setelah ada peninjauan ulang,” ungkap petugas Polsus Cagar Budaya BPCB DIJ Eko Yulianto usai meninjau temuan tersebut. (mel/ila)

Breaking News