RADAR JOGJA – Kasus terkonfirmasi positif di Jogjakarta tembus seribu kasus. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), akumulasi kasus mencapai 10.25 kasus. Hari ini (16/8) mengalami lonjakan 33 kasus dengan penomoran kasus 998 hingga kasus.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtningsih menuturkan, sebaran kasus merata. Penambahan kasus baru per hari ini terjadi di seluruh kabupaten kota. Dengan dominasi Kabupaten Bantul mencapai 19 kasus.
“Lalu Kota Jogja ada 7 kasus baru, Kabupaten Gunungkidul dan Sleman masing-masing 3 kasus dan Kabupaten Kulonprogo 1 kasus,” jelasnya, Minggu (16/8).

Kasus terkonfirmasi terbaru terdiri dari 4 cakupan tracing. Diawali dengan hasil screening karyawan kesehatan mencapai 10 kasus. Lalu pelaku perjalanan luar daerah sebanyak 2 kasus. Sebanyak 15 kasus merupakan hasil tracing kontak erat dan 6 kasus masih dalam penelusuran.

Satgas Covid-19 Pemprov DIJ juga melaporkan adanya 13 pasien sembuh. Berdasarkan data terbaru, total pasien sembuh hingga hari ini mencapai 675 kasus. Adapula catatan pasien meninggal dunia mencapai 28 kasus. Sementara kasus aktif mencapai 322 kasus.

“Pasien sembuh hari ini ada 4 kasus asal Kota Jogja, Sleman sebanyak 6 kasus, Gunungkidul sebajyak 2 kasus dan Kulonprogo sebanyak 1 kasus,” katanya.

Walau angka kasus tinggi, namun Berty memastikan ketersediaan tempat tidur memadai. Jumlah ruang inap isolasi pasien kritikal tersisa 10 kamar. Lalu untuk rawat inap isolasi non kritikal tersisa 175 kamar atau tempat tidur.
Berdasarkan acuan terbaru, tidak semua pasien positif Covid-19 wajib rawat inap di rumah sakit rujukan. Pasien dapat menjalani perawatan di rumah sakit non rujukan, rumah sakit lapangan hingga shelter. Tentunya tetap dalam pemantauan Satgas Covid-19.

“Untuk yang asimptomatik atau orang tanpa gejala dan gejala ringan tidak harus di rumah sakit rujukan. Di rumah pun boleh, bila situasi dan kondisi memungkinkan,” ujarnya. (dwi/ila)

Breaking News