RADAR JOGJA – Aksi Gejayan Memanggil di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta nyaris ricuh. Warga sekitar lokasi aksi membubarkan paksa kerumunan peserta aksi. Sempat terjadi saling kejar hingga akhirnya bisa dilerai oleh pihak kepolisian.

Gesekan ini terjadi sekitar pukul 19.03. Awalnya sekelompok warga merangsek dari arah timur. Hingga akhirnya berlanjut saling kejar ke arah barat dan selatan. Peserta aksi yang awalnya membuat lingkaran di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga terpaksa membubarkan diri.

“Tidak ada yang ricuh, cuma warga setempat merasa terganggu dengan aksi ini. Kurang tahu warga mana, tapi itu wilayah (Polsek) Depok Barat. Dan lagi kegiatan unjuk rasa kan ada batasnya. Sesuai UU sampai 18.00,” jelas Kapolres Sleman AKBP Anton Firmanto ditemui di Utara RS Panti Rapih, Jumat malam (14/8).

Puluhan personel polisi berseragam langsung merangsek diantara dua kelompok massa. Kelompok warga didorong ke arah timur. Sementara massa peserta aksi diamankan di sisi barat dan selatan simpangtiga UIN Sunan Kalijaga.

“Bisa dilerai dan bisa menahan diri. Bahkan massa (peserta aksi) mau mundur kembali ke titik awal. Gesekan hanya sebentar, kami tengahi agar tak ada bentrokan. Dari warga dan massa aksi mau menahan diri,” katanya.

Pasca gesekan, massa peserta aksi berjalan ke sisi barat. Tepatnya kembali ke titik awal aksi yaitu Bundaran UGM. Selama perjalanan ini sempat terjadi gesekan dengan pengguna jalan raya.

Berawal dari pengendara kendaraan bermotor yang mulai merangsek ke arah barat. Sambil berjalan beberapa pengendara membunyikan klakson. Inilah yang diduga memicu gesekan dengan peserta aksi Gejayan memanggil.

“Sempat bersitegang karena memenuhi jalan dan pengendara punya hak. Disatu sisi massa aksi merasa punya hak dan tersinggung. Bisa diredam, tak ada korban,” ujarnya.

Pengawalan terus berlangsung hingga bundaran UGM. Massa aksi tiba di titik awal aksi sekitar pukul 20.30. Pada awalnya kelompok kecil ini sempat duduk di ruas jalan sisi utara. Hingga akhirnya kembali memasuki kampus UGM Jogjakarta sekitar pukul 21.00.

“Tidak ada yang diamankan dari aksi ini. Kalau ada yang merasa dirugikan silakan lapor. Baik peserta aksi, warga maupun pengendara. Dari kepolisan akan melihat sesuai dengan laporan,” katanya.(dwi/tif)

Breaking News