RADAR JOGJA – Sebuah benda mencurigakan tergelatak di loker Masjid Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Sepintas benda mencurigakan tersebut menyerupai rangkaian bom. Berupa selongsong berwarna coklat dan untaian kabel. Ada pula penghitung waktu berwarna hijau.

Bersama benda tersebut terdapat kertas hijau bertuliskan BOM BILA TERIAK MELAWAN, MELEDAK BERSAMA. Ada pula tas berwarna hitam dan amplop berwarna coklat. Temuan ini dilaporkan Selasa pagi (11/8) tepatnya pukul 09.00.

“Ya benar, sudah ditangani oleh personel kami (Sat Brimob Polda DIJ),” jelas Dansat Brimob Polda DIJ Kombes Pol Imam Suhadi, Selasa (11/8).

Temuan benda mencurigakan tersebut berawal dari laporan takmir masjid, Daris Cahyanto, 23. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra UNY ini awalnya ingin membersihkan loker. Saat itulah dia menemukan benda mencurigakan tersebut.

Dalam loker tersebut ada sebuah amplop berwarna coklat. Saat dibuka terdapat benda menyerupai bom rakitan. Terdapat pula tulisan dalam kertas berwarna hijau. Setelahnya Daris menghubungi saksi 2 bernama Rizki Nugra.  

Berdasarkan keterangan, kedua saksi langsung mengeluarkan barang-barang tersebut keluar area masjid Mujahidin. Hingga akhirnya disepakati untuk menghubungi petugas keamanan FBS UNY. Untuk kemudian diteruskan ke Sat Brimod Polda DIJ.

“Sudah ditangani dan ternyata hanya rangkaian kosong. Tapi tetap lakukan penyisiran ke lingkungan masjid,” katanya. 

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah memastikan benda mencurigakan itu tidak berbahaya. Walau begitu jajarannya tetap melakukan penyelidikan atas temuan ini. Terlebih aksi ini menimbulkan teror.

Pihaknya juga mengkaji tulisan yang tercantum dalam kertas. Apakah susunan kata tersebut adalah ancaman atau tidak. Lalu menyasar personal atau cenderung acak.

“Nanti kami kaji lagi dilekatkan saja tidak ditujukan satu orang ataupun untuk komunitas. Hanya diletakkan saja oleh orang itu. Sedang kami cari,” tegasnya.

Perwira pertama tiga balok ini menjelaskan rangkain tersebut terdiri dari jam dan kabel. Hanya saja tak terangkai satu sama lain. Begitu dibongkar isinya hanya rangkaian pengisi daya dan kabel.

Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui pelaku. Hanya saja pihaknya telah mengumpulkan keterangan para saksi. Termasuk rekaman CCTV masjid Mujahidin UNY.

“Powerbank yang dibuka dalamnya, dibuat seolah-olah rangkaian tapi sebenarnya tidak terhubung. Pelaku belum ada ciri,masih dalam penyelidikan. CCTV sekitar lokasi ada banyak, sudah kami back up semuanya,” katanya. (dwi/tif)

Breaking News