RADAR JOGJA – Tragedi Pantai Gua Cemara Sanden Bantul menyisakan kisah sedih. Satu keluarga besar dilaporkan hanyut terbawa ombak arus pantai selatan. Tepatnya tiga orang dewasa dan empat korban usia anak-anak.

Berdasarkan laporan Kantor Basarnas Jogjakarta ketujuh korban beralamatkan Kecamatan Tempel.
Ketujuh korban hanyut diantaranya, Joko Widodo, 30 dan istri Uli Nur, 28. Ketiga anaknya Muhammad Safir, 8, Muhammad Rizki Romadhon, 7 dan Ahmad Chairul, 4. Keempatnya tercatat sebagai warga Dusun Glagahombo Pondokrejo Tempel.
Dua korban lainnya masih memiliki hubungan keluarga. Diantaranya Muhammad Zidan, 8, berstatus keponakan Joko Widodo. Adapula kakak dari Uli Nur, Ahmad Nur Fauzi, 30. Keduanya tercatat sebagai warga Dusun Ngentak, Tempel.

“Info yang saya terima ada semacam acara keluarga di Pantai Gua Cemara. Dihadiri oleh bapak Nur Salim alamat Krakitan Salam Magelang mengajak putra putri berjumlah 3 orang. Kalau rombongan ada 17 orang,” jelas Camat Tempel Wawan Widiantoro ditemui di rumah duka, Glagahombo Pondokrejo Tempel, Kamis sore (6/8).

Wawan menuturkan, rombongan ini tiba di Pantai Gua Cemara sekitar pukul 05.00. Sementara berdasarkan laporan Basarnas kejadian hanyut sekitar pukul.09.00. Ombak besar langsung menggulung tujuh korban yang sedang berada di bibir pantai.
“Info yang saya dapat bermain sepakbola di bibir pantai. Lalu datang ombak besar dan para korban terseret ombak itu,” katanya.

Pasca kejadian tim SAR dan nelayan setempat langsung memberikan pertolongan. Dua korban sempat diselamatkan yaitu Ahmad Nur Fauzi dan Uli Nur. Keduanya diketahui berstatus kakak beradik. Sayangnya setiba di Puskesmas Sanden nyawa keduanya tak tertolong.
Setelah ditemukan kedua jenazah langsung dibawa ke masing-masing rumah duka. Setelah dimandikan dan didoakan, kedua jenasah langsung dibawa dan dimakamkan di Krakitan Salam Magelang Jawa Tengah.

“Sementara ini ketiga anak pak Joko, pak Joko sendiri dan keponakannya masih dalam pencarian. Untuk mbak Uli dan mas Ahmad dimakamkan di Krakitan Salam Magelang sesuai permintaan keluarga,” ujarnya.

Dari kejadian ini hanya menyisakan satu anak selamat. Silsilah keluarga, pasangan Joko Widodo dan Uli Nur memiliki empat orang anak. Balita bernama Bintang Ahmad dipastikan selamat. Anak berusia 1 tahun ini pulang lebih dahulu bersama rombongan pertama.
“Jadi dari total keluarga ini hanya satu anak yang selamat. Kebetulan tidak ikut mandi di pantai. Ikut pulang dengan kakek neneknya lebih dulu atau ikut rombongan pertama,” katanya.

Tetangga korban Suryadi, 43, tak menyangka satu keluarga ini menjadi korban Pantai Gua Cemara. Dia mengenal sosok Joko Widodo sebagai orang yang ramah. Bahkan kerap memberikan bantuan sosial ke mesjid kampung.
Terakhir pertemuan dengan korban adalah Idul Adha. Sosok Joko Widodo dan keluarga diketahui turut menyumbang hewan kurban. Pertemuan terakhir inilah yang menjadi kenangan baginya dan warga kampung.

“Orangnya ramah dan dekat dengan warga. Terakhir ketemu ya saat Idul Adha itu,” kata Dukuh Rebobong Lor Tempel ini.
Ada cerita yang cukup mengejutkan usai kejadian. Status WhatsApp milik Joko Widodo sempat mengunggah dua video setelah kejadian. Terlihat berlatar belakang pantai dengan keluarga duduk di pasir pantai. Suryadi sempat menghubungi nomor tersebut namun tak ada respons.

“Saya tadi sempat kaget juga karena status WhatsApp pak Joko itu sempat update status. Itu jam 12.00, kan kejadian sekitar jam 09.00. Mungkin baru dapat sinyal jam segitu,” ujarnya. (dwi/ila)

Breaking News