RADAR JOGJA – PSS Sleman dan PSIM Jogja langsung mengambil sikap menyusul keputusan kembali digulirkannya kompetisi Liga Indonesia pada September dan Oktober mendatang. Kepastian itu usai PSSI menggelar rapat virtual dengan Komite Eksekutif (Exco) Rabu (17/6) lalu.

Dalam waktu dekat manajemen PSS Sleman bakal menggelar rapat virtual bersama jajaran tim pelatih Super Elang Jawa -julukan PSS. Ada beberapa pokok bahasan yang diagendakan dalam rapat tersebut. Di antaranya, menentukan kapan tim kembali ke Sleman, jadwal latihan, juga protokol kedatangan penggawa Super Elja.

Direktur PT PSS Hempri Suyatna mengatakan, pihaknya masih menanti format dan regulasi resmi dari PSSI. Termasuk, protokol operasional renegosiasi kontrak pemain. Sebab, saat kompetisi ditangguhkan, para pemain hanya menerima gaji 25 persen. “Kami juga butuh payung hukum dan petunjuk PSSI,” ujarnya.

PSIM Jogja juga menyambut baik kabar kelanjutan Liga. Manajer PSIM Jogja David MP Hutauruk menuturkan kembalinya Liga memberikan angin segar bagi klub. “Tentu senang tapi kami masih menunggu kepastian kapannya,” bebernya.

Menurut David, kepastian jadwal kompetisi sangat dibutuhkan untuk persiapan teknis tim. Selain itu, dia juga berharap kedepan akan ada surat keputusan terbaru dari PSSI terkait kontrak pemain. “Untuk porsi gaji pemain dan pelatih. Kepastian subsidi, juga sangat dibutuhkan agar dapat mengalkusikan budget operasional,” jelasnya.

Ya, PSSI telah melakukan serangkaian koordinasi dengan klub, Asosiasi Pelatih Sepak bola Indonesia (APSSI), serta Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Hasilnya mereka pun sepakat ingin kompetisi dilanjutkan.

Selain itu, PSSI juga melakukan koordinasi dengan Kemenpora, Kemenkes, tim Gugus Tugas Covid-19 terkait lanjutan kompetisi. “Setelah kompetisi dihentikan kami intens melakukan komunikasi. Mereka sepakat kompetisi harus dilanjutkan,” kata Ketua Umum (Ketum) PSSI Mochamad Iriawan. “Setelah itu kami bawa ke rapat Exco dan dengan ini PSSI memutuskan melanjutkan kompetisi,” imbuh pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi menambahkan, lanjutan kompetisi akan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Menurut Yunus, pekan lalu, PT LIB telah memaparkan teknis pelaksanaan lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 kepada PSSI termasuk timele mulai dan ujung kompetisi. “Saat ini PSSI sedang menyusun semua regulasi kompetisi lanjutan nanti seperti regulasi kesehatan, permainan, media dan lain-lain,” jelasnya.

Di sisi lain, kembalinya ajang sepak bola Tanah Air menjadi angin segar ditengah situasi kurang kondusif saat ini. Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 dan 2 2020 terpaksa dihentikan pada pertengahan Maret lalu akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Bahkan dunia. (ard/din)

Breaking News