RADAR JOGJA – Setelah melakukan rapid tes acak dengan sasaran di pasar tradisional dan mal di kota Jogja. Kini rapid tes acak mengambil sampling dari 618 warga di 35 kelurahan menyasar beberapa segmen kelompok usia dan profesi.

Di antaranya untuk warga Danurejan. Salah satu warga peserta rapid test acak, Hariyani, mengaku awalnya takut setelah mendapat undangan tes masal di Puskesmas Danurejan II. “Baru pertama kali ini dapat undangan, tadinya saya dan anak takut karena disuntik,” katanya, seusai mengikuti rapid test di Puskesmas Danurejan II, kemarin (17/6).

Perempuan 45 tahun itu menjalani rapid tes bersama 4 anaknya. Selama Pandemi covid-19 ini Hariyani mengaku, diadan keluarganya lebih banyak berada di rumah, dan menerapkan cuci tangan secara disiplin. “Keluar paling ke pasar saja, selain itu kita banyak beraktivitas di rumah,” imbuhnya.

Kenapa akhirnya berani mengikuti rapid test? “Kalau tidak dites tidak tahu, rapid test sendiri mahal kan. Makanya saya beranikan datang supaya segera tertangani.” Warga Lempuyangan itu berharapa dari tes tersebut bisa diketahui terpapar covid-19 atau tidak.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan rapid tes untuk pemetaan seberapa besar sebaran covid-19 di kota Jogja terus dilakukan. Ini untuk mengetahui betul kondisi masyarakat secara keseluruhan. Kali ini dengan sampling orang dewasa atau Ibu-ibu, kepala keluarga, dan anak-anak minimal umur satu tahun. “Kami ambil berdasarkan kewilayahan karena ingin tahu sebaran di wilayah seberapa yang tidak terdeteksi karena tidak memeriksakan di layanan kesehatan,” katanya disela memantau jalannya rapid test acak di Puskesmas Danurejan II.

Sampel diambil di 35 dari 45 kelurahan yang ada. Dan 69 RT dari 2.534 RT secara kesuluhan. Namun jumlah sampling yang diambil berbeda-beda dari masing-masing wilayah tersebut. Pertimbangan rapid test acak kepada anak-anak skerena menyangkut dengan metode sampling untuk mengetahui gambaran representasi dalam melakukan tes dari beberapa kelompok usia dan profesi. “Kegiatan anak-anak saat bermain bersama teman-temanya di luar kan juga perlu untuk diketahui apakah membawa kasus yang terpapar atau tidak,” sambungnya. (wia/pra)

Breaking News