RADAR JOGJA – Pasar Kranggan bangkit kembali dengan standar protokol baru setelah diliburkan selama tiga hari sejak Minggu (14/6) hingga Selasa (16/6). Pasar ditutup untuk pembersihan maksimum dan penataan alur pengunjung, setelah menjadi salah satu klaster Covid-19 dari penjual ikan.

Pantauan Radar Jogja kemarin (17/6), ada penataan wajah baru di Pasar Kranggan, di antaranya wastafel dan sabun cuci tangan, petunjuk alur pengunjung masuk maupun keluar berupa tanda anak panah baik dalam pasar maupun selasaran pasar. Selain itu, terdapat pula tanda di mana pengunjung boleh berhenti dan pembatas alur pengunjung agar tidak terjadi kontak saat berpapasan. Petugas keamanan dan ketertiban juga ditempatkan di pintu masuk utama untuk mengarahkan pengunjung harus bermasker dan mencuci tangan sebelum memasuki pasar.

Protokol baru yang diterapkan di Pasar Kranggan ini mendapat sambutan baik dari pedagang, salah satunya Sari Yanti. Perempuan 60 tahun ini merasa aman dan nyaman dengan adanya penerapan protokol baru tersebut. “Ya seneng sekali, kemanan kami jadi terjamin. Tidak umpek-umpekan lagi dan kontak dengan pembeli juga terbatas,” kata pedagang sembako ini saat ditemui di Pasar Kranggan, kemarin (17/6).

Senada disampaikan pedagang sayur, Bariyah, yang mengatakan saat ini protokol kesehatan lebih tertib daripada sebelumnya. “Nggih sae sakniki ketimbang sakderenge. Kulo nggih ngroso aman ora wedi (Ya, sekarang lebih baik dari sebelumnya. Saya merasa aman, tidak takut. Red),” ucap perempuan 64 tahun ini.

Dia mengakui Pasar Kranggan pengunjungnya menurun selama masa pandemi. Menyusul setelah adanya informasi supplier ikan positif korona, pengunjung yang datang makin sepi. Kekhawatirannya tidak hanya terhadap menurunnya pendapatan, akan tetapi juga untuk kesehatan yang sudah lansia. “Saya takut juga, tapi ya mau gimana lagi, harus tetap jualan,” tambahnya.

Namun setelah sterilisasi maksimum dan penataan pasar, pengunjung pasar kembali meningkat perlahan. Meskipun belum ada peningkatan yang signifikan. “Sekarang sudah mulai naik lagi, mungkin kemarin masyarakat takut. Semoga perlahan pengunjung bisa stabil,” harapnya.

Lurah Pasar Kranggan Sukana membenarkan, pengunjung pasar memang mengalami penurunan di masa pandemi. Semakin menurun karena adanya temuan kasus positif terhadap klaster penjual ikan atau supplier. “Paska ditutup tiga hari, yang jelas ada kenaikan pengunjung. Tadi pagi sudah mulai ramai keluar masuk pengunjung daripada sebelum ini,” katanya.

Setelah diliburkan tiga hari, semua pedagang kembali berjualan. Aktivitas pasar juga berjalan normal lagi. Dia juga memastikan protokol kesehatan di pasar ini dipatuhi oleh pedagang dan pengunjung. Demikian juga ada petugas kemananan dan ketertiban yang akan memastikan pengunjung atau pembeli memakai masker dan mencuci tangan.

“Petugas kami tempatkan di pintu masuk utama dan ada yang keliling. Yang tidak pakai masker juga kami ingatkan dan kami beri gratis harus dipakai saat berkunjung,” terangnya.

Dia menyebut hingga Juni ini tercatat ada 862 pedagang di Pasar Kranggan. Mereka terbagi menjadi tiga kategori, los sebanyak 557 pedagang, kios sebanyak 128, dan lapak sebanyak 177 pedagang.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono membenarkan Pasar Kranggan sudah kembali operasional normal pasca pembersihan maksimum dan penataan pasar. “Kami juga sudah lakukan penataan dengan membatasi alur, dan menyediakan tempat cuci tangan,” katanya.

Pengunjung dan pedagang dihimbau mematuhi protokol yang telah disiapkan itu. Tujuannya melindungi masyarakat dari paparan Covid-19, sehingga masyarakat aman dan nyaman saat beraktivitas di dalam pasar. “Sekarang masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan demi keamanan bersama,” tambahnya. (wia/laz)

Breaking News