RADAR JOGJA – Pemkot Jogja telah menerapkan QR Code di kawasan Malioboro sejak Kamis (11/6) lalu. Hal itu untuk memudahkan pemantauan pengunjung saat pandemi korona. Malioboro dijadikan percontohan untuk penerapan QR Code. Nantinya seluruh sektor di Kota Jogja juga akan diterapkan sistem ini.

“Seminggu ini sudah ada sekitar 3.000-an pengunjung yang terekam QR Code. Rata-rata per hari ada 500 pengunjung,” ungkap Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto kepada Radar Jogja, kemarin (17/6).

Dikatakan, pengunjung yang melanggar juga sudah semakin berkurang. Dengan adanya sistem itu semua pengunjung jadi terfilter dan lebih taat dengan protokol yang sudah ditentukan. “Saat ini juga sudah dipasang tanda-tanda satu arah dari utara dan timur. Rencana nanti sore juga akan dipasang lagi yang dari selatan dan barat,” ungkapnya.

Imbauan untuk selalu jaga jarak, memakai masker juga terus dilakukan. Para pengunjung juga diimbau selalu mencuci tangan dengan sabun, selain membawa hand sanitizer masing-masing. “Para PKL juga akan diatur jaraknya dan tetap membawa hand sanitizer sendiri,” tambahnya.

Saat ini Malioboro sudah kelihatan ramai. Sudah banyak pengunjung dan sebagian PKL telah berjualan. “Harapannya dengan QR Code ini, sebelum masuk dicek suhu tubuh terlebih dahulu, akan semakin aman dan para pengunjung lebih bisa terkontrol dengan baik,” kata dia.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menyampaikan, QR Code nantinya akan menjadi platform baru untuk Kota Jogja. “Saat pandemi ini QR Code akan dijadikan sebagai alat untuk monitoring dan tracing jika ada kasus baru. Setelah pandemi berakhir akan menjadi alat promosi bagi seluruh pelaku wisata yang ada di Kota Jogja,” paparnya.

Selain itu, QR Code ini juga akan didesain sedemikian rupa agar memberikan kemudahan bagi para pelaku dan pengunjung wisata. Demikian juga menjadi keramahtamahan dalam menyambut para tamu saat nanti sudah diterapkan “Jogja untuk Semua”. “Teknisnya masih menunggu kalau sistimnya sudah jadi,” lanjut Heroe. (cr1/laz)

Breaking News