RADAR JOGJA – Taman Pintar (Tampin) sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Jogja telah bersiap memasuki tatanan normal baru dengan layanan yang lebih adaptif dan mengedepankan protokol cleaness, health and safety (CHS). Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai penyiapan standar operasional prosedur (SOP), simulasi layanan sesuai protokol kesehatan, sistem pembelian dan pembayaran secara digital, maupun penyiapan sarana prasarana dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Ya, kami bersiap dengan tatanan kenormalan baru untuk menyambut pengunjung atau wisatawan,” kata Kepala Bidang Pengelola Taman Pintar Afia Rosdiana di sela seremoni penyerahan sarana cuci tangan di Playground Taman Pintar, kemarin (17/6).

Afia menjelaskan, gaung new normal mulai dipublikasikan berdampingan dengan protokol kesehatan yang harus dilaksanakan secara disiplin di area publik. Khususnya di area destinasi wisata. Salah satunya pengembangan sistem pembayaran digital (cashless) melalui T-Money BPD DIJ. “Jadi pengunjung tidak perlu melakukan pembayaran secara tunai. Selain dari sisi kemanaan dan kepraktisan, sisi kesehatan juga ada di dalamnya,” ujarnya.

Sementara untuk menggunakan T-Money, pengunjung harus menginstal aplikasi lebih dulu. Namun karena sudah menggunakan QRis yang ada di loket tiket masuk, sehingga barcode itu juga bisa digunakan oleh semua platform pembayaran, misalnya Link Aja, Gopay, dan lain-lain. “Bagi masyarakat yang belum memiliki HP atau aplikasi pembayaran digital, kami masih melayani dengan uang cash. Tapi kami imbau untuk menyiapkan uang pas,” katanya.
Pembelian dan pembayaran menggunakan T-Money baru dapat digunakan untuk pembelian tiket masuk Tampi. Sedangkan untuk tenan, ke depan juga dihimbau dapat menggunakan T-Money.

Selain itu, Tampin juga telah menambah sarana prasarana CHS berupa alat mencuci tangan (wastafel) sebanyak delapan unit yang dilengkapi signade cara mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO. “Ini diharapkan bisa meminimalisasi potensi penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Upaya-upaya persiapan itu sebagai wujud dukungan Tampin terhadap protokol kesehatan dan tatanan kenormalan baru. Pengunjung bisa memanfaatkan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, sebelum dan sesudah memasuki zona di Tampi.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Maryustion Tonang mengatakan, menyambut new normal semua objek destinasi tempat wisata (ODTW) maupun jasa pariwisata harus memiliki SOP protokol baru kesehatan Covid-19 dengan prinsip CHS yaitu bersih, sehat, dan aman. “Persiapan seperti ini untuk mendukung kesiapan kita ketika wisatawan hadir mereka aman, nyaman ora wedi ketularan. Kami sedang menuju tahapan mempersiapkan itu,” katanya di sela menghadiri seremoni penyerahan sarana cuci tangan.

Protokol kesehatan dengan prinsip CHS seperti salah satunya yang sudah dilakukan Tampin, di antaranya menyiapkan wastafel, cek suhu tubuh sebelum memasuki kawasan wisata, pengunjung hadir bermasker, menjaga jarak fisik, terdapat alur pengunjung. Selain itu juga kawasan wisata Malioboro yang dijadikan sebagai prototype atau percontohan penegakan protokol Covid-19.

“Dengan kesiapan seperti ini akan memberikan rasa aman nyaman dan bisa memotivasi pengunjung untuk datang ke Jogja. Kapan prinsip kita siap semua, tergantung dari SOP yang nantinya dibuat masing-masing pengelola,” tegasnya.

Sembari menunggu sinkronisasi regulasi yang sedang dirumuskan tingkat provinsi mapun kabupaten/kota, Dinas Pariwisata masih menyiapkan beberapa tahapan seperti menyiapkan SOP kebersihan, kesehatan, dan keamanan pengunjung wisatawan. Baik menyiapkan pengelola terhadap destinasi maupun akomodasi. Juga jasa usaha pariwisata seperti restoran, hotel, kafe dan sebagainya. (wia/laz)

Breaking News