RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman menemukan 24 pedagang pasar tradisional terindikasi Covid-19 dari hasil rapid test serentak 9 Juni lalu. Kini, pasar yang menjadi sasaran test disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi mengatakan, ada 14 pasar yang menjadi sasaran penyemprotan. Evie, sapaan Shavitri menjelaskan, kegiatan itu dilakukan oleh Bidang Ekonomi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman bekerjasama dengan PMI Sleman. Penyemprotan dilakukan secara bertahap, mulai dari kemarin (12/6) hingga Minggu (21/6) mendatang.

Pasar yang disetirilasi adalah Pasar Stan, Pasar Colombo, Pasar Condong Catur, Pasar Nologaten, Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Gamping, Pasar Sleman, Pasar Ngino, Pasar Jangkang, Pasar Cebongan, Pasar Gentan, Pasar Tempel, dan Pasar Rejodani. “Penyemprotan dilakukan setiap malam sebelum pasar beroperasional dan siang sesudah pada selesai aktivitas jual beli,’’ ujat Evie kemarin (12/6).

Pada RDT 9 Juni lalu, gugus tugas sudah melakukan test terhadap 701 pedagang. Sasarannya 50 pedagang setiap pasar. Pemilihan sampelnya, dilihat dari tingkat potensi kerumunan dan penjualan produk penjual. Serta perwakilan dari masing-masing los pasar. “Hasilnya 24 pedagang mendapat hasil reaktif. Mereka kini tengah menjalani karantina di Asrama Haji Sleman,” terang Evie.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih menyatakan, meski ada temuan reaktif, pasar-pasar tradisional di Sleman yang menjadi sasaran RDT tetap akan beroperasi.

Kendati demikian, protokol kesehatan bagi penjual maupun pembeli di pasar tradisional wajib diterapkan. Penggunaan masker serta pengaturan jarak aman menjadi aturan wajib ketika melakukan transaksi. Fasilitas cuci tangan bagi pengunjung pun kini juga telah ditambah.”Kami sudah menerapkan SOP bagi masyarakat dan komunitas-komunitas yang akan masuk ke pasar tradisional,” terangnya. (inu/din)

Breaking News