RADAR JOGJA – Sembilan Bintara Polda DIJ dinyatakan positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Seluruhnya tercatat sebagai siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) yang sedang menjalani pendidikan di Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) Selopamioro Bantul. Salah satu di antaranya yakni pasien kasus 239 yang telah dinyatakan sembuh.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto membenarkan adanya temuan kasus tersebut. Awalnya ada 19 siswa SIP yang baru kembali dari Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Sukabumi. Setibanya di SPN Selopamioro dilakukan uji rapid diagnostic test (RDT).

“Rapid tes awal hasilnya 5 reaktif, lanjut swab hasilnya negatif. Lalu jalani rapid lagi semuanya (19 siswa) hasilnya 3 reaktif, lanjut swab, satu positif (kasus 239). Lalu rapid lagi ketiga kalinya, hasilnya 9 reaktif. Saat lanjut swab, 8 siswa dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya, dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat sore (12/6).

Perwira menengah tiga melati ini membenarkan pasien kasus 239 telah sembuh. Sementara itu kedelapan Bintara Polisi telah menjalani rawat inap isolasi di RS Bhayangkara Polda DIJ. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sleman terkait tracing kasus. Delapan kasus baru antara numerik kasus 256 hingga kasus 263.

“Tracing kepada kontak erat 8 polisi dilakukan oleh Dinkes. Sesuai aturannya dari Dinkes,” katanya.

Kapolres Sleman medio 2016 ini turut menjelaskan detil kasus. Munculnya kasus ini berawal dari ledakan awal kasus Covid-19 di Indonesia. Tepatnya awal Maret di Setukpa Sukabumi yang menjadi rujukan 1.600 siswa SIP. Pasca ledakan kasus, seluruh siswa dipulangkan ke Polda masing-masing.

Mabes Polri memutuskan pembelajaran SIP tetap berlangsung. Hanya saja menerapkan sistem belajar jarak jauh. Termasuk 19 siswa SIP yang berasal dari Polda DIJ. Setiap siswa SIP wajib menjalani sekolah di SPN Selopamioro.

“Awalnya di Sukabumi lalu dikembalikan ke masing-masing Polda. Sistemnya daring jarak jauh pindah ke SPN Selopamioro. Tetap tidur di sana tidak pulang. Diawasi pula oleh orang SPN, karena tidak mengijinkan pulang jadi tidak pulang,” ujarnya.

Yuliyanto menuturkan kedelapan Bintara polisi tersebut bertugas di tempat yang berbeda. Hanya saja selama menjadi siswa SIP, ketugasan sementara ditanggalkan. Seluruhnya fokus pada beragam tes di SPN Selopamioro.

“Ketugasannya macam-macam, Bintara ikut tes untuk jadi perwira pertama. Dari Bintara mau ke Ipda (Inspektur Polisi Dua), ya pangkatnya dari Brigadir sekitar itu,” katanya. (dwi/tif)

Breaking News