RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemprov DIJ melaporkan adanya satu kasus baru. Tercatat sebagai kasus 252. Identitasnya adalah pasien laki-laki berusia 35 tahun beralamat Sleman.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih menuturkan pasien merupakan rujukan dari rumah sakit di Sidoarjo Jawa Timur. Pertimbangan utama adalah penuhnya rumah sakit di wilayah tersebut. Alhasil keluarga memutuskan pindah ke rumah sakit di Jogjakarta.

“Status awal PDP (pasien dalam pengawasan) rujukan dari Sidoarjo. Lalu saat ditindaklanjuti ternyata positif Covid-19,” jelasnya, Rabu (10/6).

Pasien, lanjutnya, sudah dirujuk sejak empat hari lalu. Data medis awal menyertakan hasil reaktif terhadap uji rapid diagnostic test (RDT). Perpindahan ini tentu berimbas pada upaya tracing kepada keluarga pasien.

“Keluarga memang ada di Jogjakarta. Tracing tetap harus dilakukan di Sleman. Kalau pasien sendiri memang KTPnya Sleman,” katanya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga melaporkan adanya penambahan kasus sembuh. Tercatat ada tiga pasien yang telah dinyatakan negatif dari Covid-19. Seluruhnya telah menjalani uji swab secara terus-menerus. 

Di antaranya pasien kasus 225, adalah perempuan berusia 46 tahun. Kasus 226, perempuan berusia 65 tahun. Keduanya adalah warga Kabupaten Sleman. Pasien ketiga adalah kasus 239, laki-laki berusia 38 tahun asal Bantul.

“Akumulasi pasien sembuh hingga saat ini mencapai 194 kasus. Kalau akumulasi kasus positif Covid-19 mencapai 250 kasus. Lalu 48 pasien masih jalani rawat isolasi dan 8 pasien positif Covid-19 meninggal dunia,” ujarnya.

Mortalitas PDP juga masih terus bertambah. Catatan hari ini menyebutkan adalah PDP di Sleman meninggal dunia. Tepatnya pasien laki-laki berusia 78 tahun. Pasien ini memiliki riwayat medis kanker paru-paru.

“PDP meninggal dalam proses laboratorium, sudah dilakukan swab tapi hasilnya belum keluar,” katanya.(dwi/tif)

Breaking News