RADAR JOGJA – Kecamatan Gondomanan mengembangkan invovasi baru dalam rangka mempersiapkan new normal. Inovasi itu berupa buku tamu digital. Khususnya bagi tempat-tempat kuliner di sekitar Alun-Alun Utara (Altar).

Camat Gondomanan Budi Santosa mengatakan, ide itu bermula pada saat keinginan pelaku usaha kuliner di Alun-Alun Utara untuk membuka kembali operasional warungnya. Protokol tetap sudah dipenuhi yaitu wajib bermasker, menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, kapasitas pengunjung 50 persen dan lain-lain.

Tetapi, itu saja belum cukup. Ternyata masih ada kekhawatiran kalau terjadi apa-apa. “Makanya muncul ide dibuatkan buku tamu bagi pengunjung. Yang datang harus mengisi,” katanya kemarin (5/6).

Dia menjelaskan, buku tamu secara manual dinilai juga kurang menarik. Selain itu berpotensi bisa menimbulkan adanya kontak tersentuhnya benda-benda seperti pulpen dan buku oleh orang banyak. Ini tentu saja dimungkinkan dapat menjadi perantara penularan Covid-19. Maka dibuat buku tamu digital untuk meminimalisasi penularan. Ide ini akhirnya dikerjasamakan dengan Forum Komunikasi Komunitas Alun-Alun Utara (FKKAU). “Jadilah buku tamu yang menggunakan scan QR barcode. Nanti kami link-kan juga dengan puskesmas. Jadi lebih mudah tracingnya,” ujarnya.

Ya, buku tamu digital sendiri adalah untuk mempermudah tracing bagi pengunjung jika sewaktu-waktu terjadi penularan Covid-19 di wilayah Kecamatan Gondomanan. Apalagi banyak sekali masyarakat yang memiliki usaha dibidang kuliner. Mulai dari usaha rumah makan gudeg, hingga angkringan. Khususnya yang tersebar di sekitar Alun-Alun Utara. “Pengunjung yang datang ke tempat-tempat kuliner tinggal scan barcode. Setelah itu mengisi data diri,” jelasnya.

Dengan menggunakan barcode maka tidak ada kontak dengan benda-benda sehingga meminimalisir penularan. “Selain itu para penjual juga sudah menyediakan tempat cuci tangan, dan juga masker gratis bagi pengunjung yang tidak menggunakan,’’ terangnya.

Sementara untuk menarik minat pengunjung yang telah mengisi data diri dengan melakukan scan barcode para pengusaha kuliner memberikan berbagai promo menarik. Seperti voucher dan gratis minuman. Ada juga yang memberikan promo berupa undian setiap minggunya. “Hadiahnya bermacam-macam dari penjual,’’ tambahnya.

Ya, inovasi tersebut baru difokuskan untuk pengunjung kuliner sekitar Alun-Alun Utara. Itu pun baru terpasang di sisi timur tujuh pendopo dan sisi barat ada empat pendopo. Untuk barcode-nya ditempelkan di seputar tempat kulineran. Data pengunjung nanti akan tersimpan satu pintu di salah satu user sebagai adminnya.

Buku digital ini sudah dilaksanakan sejak Kamis malam (4/6). Sedangkan tempat kuliner di kawasan ini sudah seminggu lalu mulai dibuka lagi. (wia/din)

Breaking News