RADAR JOGJA –  Makin banyak hotel dan restoran di DIJ yang mulai operasional kembali di tengah pandemi Covid-19. Sebelumnya telah ada 22 hotel dan kini bertambah 25 hotel lagi, sehingga total 47 hotel dan restoran yang buka kembali.

“Sebanyak 25 hotel dan restoran ini dipastikan telah memenuhi infrastuktur kebutuhan, melalui protokol kesehatan yang dikeluarkan DPP PHRI dan pemerintah,” ungkap Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIJ Deddy Pranawa Eryana kemarin (1/6).

Dikatakan, menghadapi new normal, PHRI DIJ telah melakukan pengembangan protokol baru. Deddy menyebut, protokol baru tidak hanya disasar kepada tamu hotel, melainkan juga karyawan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Sebelum buka harus ada edukasi tentang protokol kesehatan, baik dalam pekerjaan maupun di luar bekerja,” kata Deddy.

Dikatakan, ketika karyawan harus ada pekerjaan ke luar kota harus lapor dan cek kesehatan. Jika ada gejala, maka harus istirahat selama 14 hari. “Inilah salah satu protokol baru akan diterapkan,” kata Deddy.

Protokol kesehatan yang sudah diterapkan selama pandemi Covid-19 dari segi infrastruktur yaitu menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer di depan maupun bagian dalam hotel dan restoran. Menyediakan alat termogun, pelindung wajah bagi karyawan, sarung tangan, dan lain-lain.

Sebelum adanya pandemi, karyawan harus melayani dan menemui tamu dengan ramah. Sekarang justru harus menghindari pertemuan dengan tamu secara face to face. “Harus jaga jarak kalaupun ketemu. Ini peradaban baru yang ada di dunia perhotelan dan restoran,” jelasnya.

Selain itu, penerapan protokol baru menghadapi new normal juga berpengaruh pada jumlah hunian kamar. Dicontohkan, jika ada tamu rombongan sekolah dalam satu kamar bisa mencapai 6-7 orang, kini maksimal empat orang menyesuaikan  tempat tidur yang ada.  “Misalnya ada bed besar, ya bisa dipakai dua orang. Tapi maksimal tidak boleh lebih dari lima orang,” terangnya.

Pembatasan kapasitas ruang juga berlaku untuk ruang di kolam renang. Tidak boleh lebih dari lima orang atau bergerombol dan berkerumun. Menyesuaikan dengan lebar kolam renang. Dari yang ukuran standar 8 meter, hanya boleh diisi lima orang dan tidak boleh lebih. “Kalau lebar yang 12 meter bisa untuk 7-8 orang. Yang penting tidak boleh berkerumun, itu yang harus dihindari,” tambahnya.

Tidak hanya itu, penyajian makanan di hotel sebelumnya bisa prasmanan sekarang harus room service atau diantarkan ke kamar. Di hotel yang ada restorannya pun harus berkapasitas 50 persen dari tempat duduk. Tempat duduk juga harua berjarak minimal satu meter. Karyawan yang menyajikan makanan juga harus memakai pelindung diri.

Pembatasan kapasitas juga berlaku bagi MICE, di mana harus 50 persen dari kapasitas. Hotel juga harus menyediakan satu kamar yang representatif untuk fasilitas darurat guna diisi peralatan medis. “Terutama yang hotel berbintang harus ada oksigen dan peralatan medis,”  ungkapnya.

Dia juga melarang anggota PHRI yang belum siap infrastruktur dan SDM untuk buka operasional. Menurutnya, karena infrastruktur menuju protokol baru juga memerlukan biaya. Terlebih dalam kondisi pandemi yang serba kekurangan. “Tidak semua hotel mampu. Kami minta pemerintah intervensi pinjaman modal awal untuk bisa buka kembali dengan protokol kesehatan,” ucapnya. (wia/laz)

Breaking News