RADAR JOGJA – Berbeda dengan tahun lalu, aktivitas di Terminal Giwangan Jogja pasca Lebartan kali ini belum juga ada peningkatan. Angkutan Lebaran yang biasanya membeludak, kini masih sepi, baik untuk kedatangan bus maupun keberangkatan.

“Sebenarnya sepinya aktivitas ini sudah terjadi sejak diberlakukannya larangan mudik. Namun yang jelas, memang sangat berbeda dengan tahun lalu,” tutur Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Giwangan Bekti Zunanta kepada Radar Jogja (27/5).

Dikatakan, dari H-7 Lebaran hingga kemarin jumlah kendaraan bus, baik AKAP dan AKDP yang datang jika diakumulasi hanya 840 bus. Untuk yang berangkat dari Terminal Giwangan sebanyak 822 bus. “Hingga 27 Mei penumpang bus yang datang ke Giwangan ada 969 orang. Kalau yang berangkat dari Giwangan ada 1.514 penumpang. Itu akumulasi dari H-7 Lebaran,” ungkapnya.

Saat ini Terminal Giwangan memang didominasi oleh bus AKDP dibandingkan bus AKAP. Jika dilihat dari data H-7 Lebaran pun jumlah bus dan penumpang AKDP lebih banyak dibanding bus AKAP. “Jika diakumulasi jumlah bus AKAP baik yang datang dan pergi sekitar 542 bus, penumpangnya 1.033 orang. Untuk bus AKDP, baik yang datang dan pergi ada 1.120 bus, penumpangnya 1.450 orang,” paparnya.

Jumlah ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan Lebaran 2019 yang bisa mencapai ribuan penumpang dan ratusan bus per hari. Saat ini kendaraan rata-rata yang beroperasi hanya 20 unit per hari, untuk penumpang rata-rata 50 orang. “Untuk bus AKAP yang beroperasi saat ini ada bus Magelang dan Solo,” ujarnya.

Meski demikian, Bekti tetap rutin menerapkan protokol Covid-19 di lingkungan terminal dan bus. Hal itu untuk mengantisipasi persebaran dan penularan virus di lingkungan terminal.

Terminal dan rangakaian bus secara rutin dilalukan penyemprotan cairan disinfektan. Kemudian pengecekan suhu, menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer dan sebagainnya. “Ya, protokol Covid-19 di terminal masih terus lanjut,” tandasnya. (cr1/laz)

Breaking News