RADAR JOGJA – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per kemarin (20/5) tercatat tiga kasus. Terdiri atas klaster Indogrosir, Jamaah Tablig Sleman, dan satu kasus masih dalam proses penelusuran atau tracing. Akumulasi kasus korona di DIJ kini menjadi 209 orang.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan detail ketiganya. Yakni kasus 209, perempuan 43 tahun warga Sleman; kasus 210, laki-laki 21 tahun warga Bantul; serta kasus 2011, laki-laki 71 tahun warga negara asing (WNA) India.

Kasus 209 merupakan klaster Indogrosir. Pasien diketahui sebagai pengunjung Indogrosir yang menjalani rapid test. Pada kasus 211 digolongkan sebagai klaster Jamaah Tablig Sleman. Sejauh ini terdapat 7 WNA yang terpapar Covid-19 di Jogja. “Untuk kasus 210 masih dalam penelusuran,” katanya.

Berty juga melaporkan kesembuhan kasus positif sebanyak dua kasus, sehingga kasus sembuh meningkat menjadi 97 orang. Mereka yang dinyatakan sembuh adalah pasien pada kasus 115, laki-laki 51 tahun warga Bantul dan kasus 138, laki-laki 34 tahun warga Sleman.

Hal ini menjadikan tingkat kesembuhan pasien positif di DIJ hampir mencapai 50 persen. Menurutnya, bila dilihat secara klinis, kasus korona di DIJ tidak menunjukkan adanya pemberatan. “Kondisi pasien dirawat dalam keadaan ringan sampai sedang, hal ini mungkin menjadikan kesembuhan lebih cepat,” tambahnya.

Adapun untuk pasien yang secara klinis sudah sembuh, tetap dilakukan tes laboratorium dengan hasil dua kali negatif secara berturut-turut. Maka pasien harus menunggu hasil tes agar dapat dinyatakan sembuh. “Pasien saat ini lebih banyak dari OTG (orang tanpa gejala). Mungkin juga sebagai faktor mempercepat dinyatakan sembuh,” katanya.

Lebih jauh Berty melaporkan kematian pada pasien dalam pengawasan (PDP). Yakni perempuan 84 tahun warga Kota Jogja. “Pasien sudah diambil swab,” tutup Berty. Sehingga total PDP yang meninggal saat ini ada 23 orang.

Empat Reaktif di Hari
Kedua Rapid Tes Masal

Sebanyak 217 orang menjalani rapid test masal hari kedua yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo kemarin (20/5). Dari jumlah itu empat orang dinyatakan reaktif dan diminta mengisolasi mandiri dan menunggu tes swab.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Dinkes Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan, di hari kedua tes masal, rapid test dilakukan di empat titik. Yakni di Pasar Wates, Pasar Sentolo, Labkesda, dan Puskesmas Pengasih 1. “Tadi kami mulai pukul 08,30,” katanya.

Dijelaskan, hasil rapid test hari kedua ada 217 orang yang ikut sesuai undangan. Dari total jumlah itu empat di antaranya reaktif. Rinciannya dua pedagang dan dua pengunjung pasar.

“Mereka kami minta melakukan isolasi mandiri untuk kemudian dilakukan tes swab. Tes swab rencana akan dilakukan di RSUD Wates, Kulonprogo,” jelasnya.
Sementara hingga saat ini total jumlah kasus Covid-19 di Kulonprogo ada 1.061 (ODP) dengan keterangan 1.390 selesai pemantauan dan 134 dalam pemantauan. Jumlah PDP ada 77 orang, dan positif Covid-19 10 orang.
“Sepuluh positif Covid-19 itu semua dirawat di rumah sakit. Enam orang masih menjalani perawatan dan empat orang sudah dinyatakan negatif atau sembuh dan pulang,” katanya. (tor/tom/laz)

Breaking News