RADAR JOGJA – Klaster Indogrosir Mlati masih mengalami penambahan pasien Covid-19. Terbaru adalah munculnya tiga laporan dari kabupaten Sleman yang tercatat sebagai kasus 192, kasus 194 dan kasus 196. Ketiganya berstatus karyawan dan masuk dalam klaster Indogrosir Mlati generasi 2.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Berty Murtiningsih menyampaikan detil data. Kasus 192 adalah laki-laki berusia 55 tahun. Kasus 194 adalah pasien laki-laki berusia 20 tahun. Kasus 196 adalah pasien laki-laki berusia 28 tahun.

“Dari data yang kami terima ketiganya berstatus karyawan Indogrosir. Penanganan langsung oleh Dinas Kesehatan Sleman. Terutama untuk tracing kontak eratnya,” jelasnya, Sabtu (16/5).

Hingga saat ini total pasien klaster pusat perbelanjaan tersebut mencapai 32 orang. Dengan catatan pasien generasi 1 atau kasus 79 telah dinyatakan sembuh. Sementara untuk sisanya masih menjalani rawat isolasi di rumah sakit rujukan.

“Kalau ditambah dengan keluarga dan kerabat jadi 35 kasus untuk klaster Indogrosir,” katanya.

Secara keseluruhan ada enam kasus Covid-19 baru di Jogjakarta. Sehingga akumulasi kasus positif Covid-19 di Jogjakarta mencapai 194 kasus. Dengan catatan 77 pasien dinyatakan sembuh dan 109 pasien masih jalani rawat isolasi. 

Ada pula 8 pasien meninggal dunia.

Keenam kasus baru ini juga mencatat adanya pasien dari dua klaster besar lainnya. Detailnya kasus 193, laki-laki berusia 49 tahun asal Sleman. Riwayat kontak dengan klaster Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB). Kasus 195, perempuan berusia 28 tahun asal Bantul. Masuk dalam klaster jamaah tabligh.

Untuk kasus 191, memiliki catatan khusus. Pasien perempuan usia 58 tahun asal Gunungkidul ini sejatinya sudah meninggal dunia 11 Mei. Awalnya pasien ini berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

“Hari ini diperoleh hasil laboratorium pada sampel swab pertama positif Covid-19. Sehingga statusnya adalah kasus positif meninggal dunia. Pasien ini juga ada riwayat penyakit jantung,” ujarnya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga melaporkan adanya enam pasien sembuh. Seluruhnya dinyatakan sembuh setelah didapati negatif Covid-19 selama dua kali uji swab berturut-turut. Sehingga total pasien sembuh mencapai 77 orang.

Dari data tersebut lima pasien berdomisili Kabupaten Gunungkidul. Terdiri dari kasus 125, perempuan berusia 52 tahun. Kasus 127, perempuan berusia 10 tahun. Kasus 133, laki-laki berusia 70 tahun. Kasus 136, laki-laki berusia 50 tahun dan kasus 137, laki-laki berusia 38 tahun.

“Satu lagi warga Bantul dengan catatan kasus 131. Pasien perempuan berusia 40 tahun. Kondisi kesehatan keenamnya sudah prima dan membaik,” katanya.(dwi/tif)

Breaking News