RADAR JOGJA –  Memasuki hari ketiga rapid diagnose test (RDT) massal untuk klaster Indogrosir Mlati, sebanyak 58 warga dinyatakan reaktif. Terdiri dari 6 hasil RDT massal Kota Jogja dan 52 hasil RDT Kabupaten Sleman. Tahapan selanjutnya adalah menjalani uji swab oleh Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menyebutkan jumlah peserta RDT massal terus menyusut. Memasuki hari ketiga hanya 339 warga yang hadir. Kuota perhari mencapai 500 RDT kit dengan total 1.500 RDT kit selama tiga hari.

“Hari ini dari 339 pendaftar tersebut terdapat 13 yang reaktif. Selebihnya non reaktif,” jelasnya, Kamis (14/5).

Langkah selanjutnya adalah penjemputan oleh tim Puskesmas sesuai alamat tinggal. Untuk kemudian diantar ke Asrama Haji Mlati. Guna menjalani isolasi sambil menunggu jadwal uji swab.

Terkait hasil, mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini mengaku lega. Karena presentase reaktif masih dibawah 10 persen. Skema ini awalnya menjadi skenario Pemkab Sleman dalam memetakan hasil reaktif dari 1.500 RDT kit yang digunakan.

“Sedikit lega karena hasilnya dibawah kekhawatiran kami. Kalau presentase dari  total RDT kit yang dipakai ya kisaran 3 persen,” katanya.

Walau begitu, Joko tak ingin terlena. Apalagi masih ada RDT massal kedua yang berlangsung 19 hingga 21 Mei. Sasarannya adalah peserta RDT massal klaster Indogrosir pertama. Khususnya yang hasilnya dinyatakan non reaktif.

Temuan ini juga menjadi landasan pengambilan kebijakan. Terutama dalam memetakan persebaran Covid-19. Salah satunya adalah tentang jam operasional pusat perbelanjaan. Mengatur tentang pola pelayanan yang sesuai Protokol Covid-19.

“Yang reaktif kami fasilitasi tempat karantina. Mungkin, satu dan dua orang ada yang ingin isolasi mandiri. Tetapi dengan satu syarat, harus ada yang menjamin dia benar-benar isolasi atau karantina mandiri dengan benar,” pesannya.

Berbeda dengan Sleman, Kota Jogja justru nihil reaktif. Selain itu jumlah peserta RDT juga menurun drastis. Tercatat hanya ada empat warga yang mengikuti uji medis ini. Sementara total warga yang ikut RDT massal sebanyak 236 dari kuota 700 RDT kit.

Dari total peserta RDT massal, enam di antaranya dinyatakan reaktif. Seluruhnya telah menjalani uji swab hari ini. Pemkot Jogja memperpanjang waktu RDT massal klaster Indogrosir. Syaratnya hanya mendaftar portal online milik Pemkot Jogja.

“Masih terbuka untuk klaster Indogrosir, silahkan daftar di CMS (Corona monitoring system). Nanti akan dilakukan rapid test oleh petugas puskesmas. Tidak dibatasi kuota karena tujuannya untuk melihat peta sebaran dan melacak titik-titik sebaran,” katanya.

Pemkot Jogja juga berencana melakukan RDT acak. Sasarannya adalah beberapa tempat publik. Meliputi pasar tradisional, cafe atau resto dan tempat-tempat kerumunan warga. Harapannya dapat memetakan kasus Covid-19 secara umum.

“Tujuannya untuk melihat seberapa besar sebaran Covid-19 di Kota Jogja. Apakah transmisi lokal sudah benar-benar terjadi di Jogja atau hanya kasuistik seperti Indogrosir tersebut,” ujarnya. (dwi/tif)

Breaking News