RADAR JOGJA – Enam karyawan Indogrosir Mlati dinyatakan positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pasca menjalani uji swab. Jumlah ini belumlah final. Berdasarkan hasil uji rapid diagnose test (RDT) sebelumnya ada 60 karyawan yang dinyatakan reaktif.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menuturkan uji swab masih  berlangsung. Untuk saat ini masih tersisa 53 karyawan yang belum keluar hasil uji swabnya. Enam karyawan dinyatakan positif sementara baru satu yang negatif Covid-19.

“Belum keluar semua, saat ini baru sebagian dari yang reaktif rapid tes tanggal 4 Mei. Negatif baru satu yang warga Kota Jogja yang ikut rapid 2 Mei. Kalau negatif, tetap harus ulang lagi untuk dapat hasil negatif kedua,” jelasnya, Minggu (10/5).

Tiga kasus generasi 2 klaster Indogrosir Mlati muncul di Bantul. Tercatat sebagai kasus 141, seorang laki-laki berusia 25 tahun. Kasus 142 adalah laki-laki berusia 43 tahun. Kasus 143 adalah laki-laki berusia 44 tahun. Ketiganya dinyatakan positif Covid-19 sejak Jumat (8/5).

Hari ini muncul tiga kasus di kabupaten Sleman. Detilnya adalah kasus 150 seorang perempuan berusia 38 tahun. Kasus 151 seorang laki-laki berusia 55 dan kasus 155 seorang pria berusia 28 tahun. Ketiganya telah menjalani rawat isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19.

“Ini masih menunggu hasil swab secara keseluruhan. Yang dites hari Senin (4/5) belum ada yan bisa disebut negatif karena masih nunggu hasil pemeriksaan kedua. Jadi memang belum selesai periksa laboratoriumnya,” katanya.

Keluarnya hasil uji swab ditindak lanjuti dengan tracing. Khususnya kepada pasien yang berasal dari Kabupaten Sleman. Sementara untuk wilayah lain menjadi kewenangan Dinkes setiap wilayah.

“Iya tentu saja lanjut tracing ke kontak erat, baik keluarga maupun relasinya. Yang Bantul sudah ditindak lanjuti oleh Dinkes Bantul,” ujarnya.

Sementara itu RDT massal bagi pengunjung Indogrosir membludak. Pemkab Sleman sendiri melakukan screening kepada pengunjung yang berbelanja renang 19 April hingga 4 Mei. Berdasarkan kalkulasi, setidaknya ada 15 ribu yang berbelanja pada kurun waktu tersebut.

Hanya saja Pemkab Sleman hanya menyediakan 1.500 RDT. Sistem seleksi ketat diberlakukan. Berupa wajib KTP Sleman, berkunjung dalam rentang waktu 19 April hingga 4 Mei. Juga wajib melampirkan struk belanja Indogrosir Mlati.

“Kami perketat agar memang fokus di Indogrosir. Kenapa hanya satu struk satu orang, karena dianggap sudah mewakili. Apabila ada temuan tetap tindak lanjut,” katanya.

Berdasarkan data terakhirnya sudah ada 1224 warga yang mendaftar. Adapula yang ditolak pendaftaran sebanyak 241 orang. Untuk RDT massal berlangsung 12 hingga 14 Mei di GOR Pangukan Sleman.

“Update dari Kominfo Sleman per jam 16.00 sudah ada 1224 pendaftaran RDT yang diterima. Lalu sebanyak 241 ditolak karena kunjungan sebelum 19 April, bukan KTP Sleman maupun masalah struk belanja,” ujarnya. (dwi/tif)

Breaking News