RADAR JOGJA – Tiga klaster kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mengalami penambahan pasien. Pertama adalah klaster Indogrosir Mlati, lalu klaster Jamaah Tabligh dan klaster Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB). Secara keseluruhan ada tujuh kasus baru Covid-19 di Jogjakarta.

Untuk klaster Indogrosir Mlati terdapat tiga kasus baru. Tercatat sebagai kasus 150 seorang perempuan berusia 38 tahun. Kasus 151 seorang laki-laki berusia 55 dan kasus 155 seorang pria berusia 28 tahun. Ketiganya tercatat sebagai warga domisili Kabupaten Sleman.

“Untuk klaster Indogrosir Mlati total pasien yang jalani rawat isolasi ada enam orang. Satu kasus awal (kasus 79) sudah sembuh hari ini, lalu tiga dari Bantul dan tiga terbaru dari Sleman,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih, Minggu (10/5).

Klaster jamaah tabligh terdiri dari dua kasus baru. Keduanya adalah warga negara asing (WNA) India. Awalnya justru telah menjalani rapid diagnose test (RDT) dan uji swab. Kala itu sudah dinyatakan negatif dari Covid-19.

Detail pasien kasus ini adalah kasus 153, seorang laki-laki berusia 28 tahun. Ada pula kasus 154, seorang laki-laki berusia 76 tahun. Keduanya sempat menjalani isolasi mandiri di Gedung Diklat Sempu Pemprov DIJ.

“Dulu RDT sempat reaktif lalu saat uji swab hasilnya negatif. Kami ulang rapid lagi hasilnya tiga orang reaktif. Saat lanjut uji swab ternyata dua positif (Covid-19). Semuanya orang tanpa gejala (OTG),” katanya.

Penambahan kasus ketiga adalah klaster GPIB. Tercatat sebagai kasus 149. Sosok ini adalah pasien perempuan usia 57 tahun asal Bantul. Adapula satu kasus yang tidak masuk dalam klaster manapun. Adalah kasus 152 seorang laki-laki berusia 37 tahun asal Sleman.

Lonjakan kasus kali ini merupakan hasil tracing kasus sebelumnya. Berty mengklaim upaya ini merupakan bagian dari memutus mata rantai Covid-19.  Salah satu contoh adalah kasus 79 yang menjadi akar dari Klaster Indogrosir Mlati.

“Mayoritas pasien dalam kasus ini adalah OTG. Sangat berpotensi menularkan lebih banyak. Kenaikan kasus sebagai konsekuensi tracing. Menunjukkan pula bahwa penularan masih terjadi disekitar masyarakat,” ujarnya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ turut melaporkan adanya pasien sembuh. Yakni pasien kasus 79, seorang laki-laki berusia 45 tahun. Tercatat sebagai warga domisili Kabupaten Sleman. Dia adalah kasus generasi 1 Klaster Indogrosir Mlati.

Ada pula catatan kematian pasien dalam pengawasan (PDP). Detilnya adalah seorang perempuan berusia 56 tahun asal Sleman. Berdasarkan catatan medis memiliki riwayat sakit kanker usus. Telah dilakukan uji swab tapi hasil belum keluar.

“Akumulasi total kasus positif Covid-19 adalah 153. Detilnya 60 pasien dinyatakan sembuh dan 86 pasien masih menjalani rawat isolasi. Ada juga tujuh pasien positif yang meninggal dunia,” katanya. (dwi/tif)

Breaking News