RADAR JOGJA – Kemarin (8/5) menjadi hari yang membahagiakan bagi Atik Tri Ujianti dan Lupadi. Di tengah pandemi Covid-19, mereka masih bisa melangsungkan prosesi pernikahan. Meskipun tidak mengadakan pernikahan mandiri, alias mengikuti nikah bareng.

Ya, pasangan pengantin Atik Tri Ujianti mengikuti nikah bareng secara unik di kebun Kantor Urusan Agama (KUA) Banguntapan, Bantul. Atik dan Lupadi mendapat fasilitas mahar, cincin, pakaian, make up, dan paket bulan madu. “Saya ikut FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia). Tapi menemukan jodoh tetangga sendiri,” ujar Atik tersipu.

Kebun KUA Banguntapan tersebut disulap menjadi pelaminan dengan kosep Ngruwat Alam. Lebih unik lagi, pegantin menjadikan alat pelindung diri (APD) sebagai mahar selain seperangkat alat salat dan Alquran. Mahar APD kemudian disumbangkan pengantin ke PMI, sebagai garda depan penanganan Covid-19. “Pasangan pengantin juga mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan,’’ kata Ketua Panitia Nikah Bareng Peduli Covid-19 Nasional RM Ryan Budi Nuryanto.

Pasangan pengantin pertama yang melangsungkan ijab kabul di KUA Banguntapan pasangan Novi Rahmawati Ningsih, 23, dan Tunggul Pujangkoro, 25. Sedangkan pasangan kedua adalah Atik Tri Ujianti, 55, dan Lupadi, 60.
Acara ini diselenggarakan dalam rangka hari Palang Merah Internasional, 8 Mei. Selain itu, untuk menyongsong Nuzulul Quran 1441 H. “Kami mengadakan ini harapannya, pasangan pengantin dapat berbagi dalam penanganan Covid-19,” ujarnya.

Dikatakan, penyelenggaraan nikah bareng ini merupakan respons dari tingginya animo pengantin untuk menikah, walaupun dalam masa pandemi. Ternyata pernikahan tetap dapat dilangsungkan, namun disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh KUA. “Dengan membawa misi untuk bersama-sama peduli Covid-19, mereka juga membuktikan kepeduliannya,” jelasnya.

Kepala KUA Banguntapan Ngatijan menjelaskan, kedua pasang pengantin ketika mendaftarkan diri hendak menikah di KUA Banguntapan merasa tertarik dengan momen nikah bareng ini. Kegiatan ini digagas oleh Forum Ta’aruf Indonesia (FORTAIS) yang mulai diumumkan sejak maret 2020. “Saya sebagai kepala KUA atau penghulu memimpin langsung jalannya akad nikah,” ujarnya.

Semua persyaratan administrasi sudah dipenuh oleh pengantin, termasuk kesepakatan memberlakukan protap kesehatan di tengah darurat Covid-19. Baik petugas, pengantin, saksi, dan keluarga dengan jumlah 10 orang memakai masker dan sarung tangan. Sebelum memasuki lokasi ijab kabul, semuanya menjalani pengecekan suhu tubuh. “Dilaksanakan di tempat terbuka, dan jaga jarak satu sama lain,” sebutnya.(cr2/din)

Breaking News