RADAR JOGJA – Kekhawatiran narapidana (napi) asimilasi kembali melakukan kejahatan terbukti. Di wilayah hukum Sleman, ada dua napi asimilasi yang kembali berulah. Satu napi melakukan penggelapan di Godean, satu lagi kasus pencurian di Seyegan.

Kasus pertama terjadi di kecamatan Godean, dilakukan oleh Iswahyudi,24 warga Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Kota Jogja. Kuntet sapaan akrab Iswahyudi, diketahui melakukan tindak kejahatan di empat tempat pascakeluar dari Lapas Wirogunan awal April lalu karena kasus pencurian.

Kanitresrim Polsek Godean Iptu Eko Haryanto menyatakan, selama satu bulan pelaku bebas Kuntet diketahui sudah melakukan tindak penggelapan dan pencurian di wilayah Klaten, Prambanan, Mantrijeron dan Wirobrajan. Terakhir, berhasil diungkap oleh pihaknya setelah ada laporan dari salah satu korban warga Bantul yang bernama Anhar Hardiana pada 19 April 2020 lalu. “Pelaku juga meminjam uang korban, lalu dengan alasan ingin membeli pulsa kemudian pelaku membawa lari kendaraan dan handphone milik korban,” ujar Kanitreskrim kemarin (6/5).

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi kemudian berhasil menangkap pelaku di wilayah Bantul pada Sabtu (2/ 5) beserta barang bukti motor Vario, handphone, serta uang Rp 300 ribu. Polisi juga berhasil mengamankan kendaraan milik pelaku yang diketahui merupakan motor curian. Akibat perbuatannya, Kuntet kini harus kembali mendekam dibalik jeruji besi. Sebab, pelaku terbukti melanggar 372 dan 378 KUHP tentang kasus pencurian dan penggelapan. “Pelaku diancam hukuman penjara maksimal empat tahun,” tutur Eko.

Kasus kejahatan yang dilakukan napi asimilasi juga terjadi di Seyegan. Kapolsek Seyegan AKP Samidi menyatakan, kasus tersebut melibatkan napi berinisial RA,42 warga Sleman yang dinyatakan bebas dari Lapas Cebongan sejak 2 April lalu. Pelaku diketahui melakukan pencurian uang di sebuah toko kelontong di Pasar Ngini Margoagung, Seyegan milik Apriyanto,32 pada Minggu (3/ 5).

Samidi menyebut, total uang yang berhasil dicuri pelaku saat itu terhitung mencapai Rp.1 juta. RA juga diduga mengambil puluhan bungkus rokok. Dalam aksinya, pelaku memanfaatkan situasi saat toko sepi dan tidak dijaga. Namun sayangnya, aksi pelaku terekam kamera CCTV. “Setelah korban melapor dan polisi memeriksa rekaman cctv, petugas kemudian berhasil menangkap RA pada hari Senin (4/ 5) malam,” ujar Samidi.

Dari hasil penangkapan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sisa uang hasil curian sebesar Rp 675 ribu, sebelas bungkus rokok dan satu unit motor matic yang digunakan pelaku untuk beraksi. Akibat kejahatannya, pelaku disangkakan pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (inu/pra)

Breaking News