RADAR JOGJA – Lonjakan kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kembali terjadi di Jogjakarta. Tercatat sebagai kasus 125 hingga kasus 139. Mayoritas adalah warga domisili Gunungkidul sebanyak 10 pasien. Didominasi pula oleh klaster jamaah tabligh sebanyak enam kasus.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih menuturkan lonjakan terjadi karena keluarnya hasil swab secara bersamaan. Akumulasi kasus Covid-19 di Jogjakarta kini mencapai 137 kasus.

“Hasil tracing dari pasien kasus sebelumnya, contohnya klaster jamaah tabligh. Pasca ada kasus positif langsung dilakukan tracing. Beberapa dinyatakan positif Covid-19 dan masuk dalam kasus baru,” jelasnya, Kamis (7/5).

Detil kasus di antaranya kasus 125 adalah seorang perempuan berusia 52 tahun. Kasus 126 adalah laki-laki berusia 45 tahun. Kasus 127 adalah perempuan berusia 10 tahun. Ketiganya berasal dari Gunungkidul dan pernah kontak dengan pasien klaster jamaah tabligh.

Kasus 128 adalah perempuan berusia 49 tahun asal Kulonprogo. Memiliki riwayat pernah bertemu dengan tamu asal Jakarta. Kasus 128 adalah laki-laki berusia 46 tahun asal Sleman. Memiliki riwayat kontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP).

Kasus 130 adalah laki-laki berusia 48 tahun. Kasus 131 adalah perempuan berusia 44 tahun. Keduanya berdomisili Bantul dan memiliki riwayat kontak dengan klaster jamaah tabligh. Kasus 132 adalah perempuan berusia 64 tahun asal Gunungkidul. Memiliki riwayat perjalanan ke Klaten.

Kasus 133 adalah laki-laki berusia 70 tahun asal Gunungkidul. Memiliki kontak riwayat dengan PDP. Kasus 134 adalah perempuan berusia 17 tahun asal Gunungkidul. Memiliki kontak riwayat dengan kasus klaster jamaah tabligh. Kasus 135 adalah perempuan berusia 50 tahun asal Gunungkidul. Memiliki kontak riwayat dengan PDP.

Kasus 136 adalah seorang laki-laki berusia 50 tahun asal Gunungkidul. Memiliki riwayat perjalanan ke Ngawi dan Surabaya. Kasus 137 adalah laki-laki berusia 38 tahun asal Gunungkidul. Memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Kasus 138 adalah laki-laki berusia 34 tahun asal Sleman. Memiliki riwayat perjalanan dari Balikpapan. Kasus 139 adalah perempuan berusia 33 tahun asal Gunungkidul. Ada kemungkinan kontak dengan pasien positif.

“Seluruhnya telah dirawat isolasi di rumah sakit rujukan sesuai wilayahnya masing-masing,” katanya.

Upaya tracing terhadap 15 kasus ini tetap berlanjut untuk melacak kontak riwayat terakhir setiap pasien. Baik riwayat perjalanan maupun interaksi sosialnya. Sehingga selanjutnya akan dilakukan rapid diagnose test (RDT) kepada kontak riwayat tersebut.

“Tracing terhadap kasus akan dilakukan oleh Dinkes kabupaten kota. Guna memetakan dan meminimalisir persebaran Covid-19,” ujarnya. (dwi/tif)

Breaking News