RADAR JOGJA – Satu warna negara asing (WNA) India positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sebelumnya WNA ini telah mengikuti rangkaian Rapid Diagnose Test (RDT) dan hasilnya reaktif. Setelahnya, bersama delapan WNA India lainnya dirawat isolasi di RSPAU Hardjolukito.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih mengungkapkan WNA India tersebut tercatat sebagai kasus 81. Detilnya adalah pasien laki-laki berusia 48 tahun. Kepada pasien dilanjut dengan uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR) dan hasilnya positif Covid-19.

“WNA India ini hasil penelusuran Dinkes Sleman. Setelah dilakukan rapid test oleh Dinkes Sleman, lanjut hasil PCR positif (Covid-19). Baru terinfo hasil 1 positif Covid-19,” jelasnya, Sabtu (25/4).

Kasus 81 ini merupakan rombongan 15 WNA India yang sempat transit di salah satu masjid di daerah Kocoran Caturtunggal Depok Sleman. Kelimabelas WNA India menjalani RDT, Selasa (21/4). Dari hasil tersebut sembilan diantaranya dinyatakan reaktif.

Kesembilan WNA reaktif menjalani isolasi sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) di RSPAU Hardjolukito. Sementara enam lainnya dipindah ke Balai PMD Kemendagri Jogjakarta, Jetis, Tirtomartani, Kalasan.

“Mereka yang reaktif pada hasil rapid test sudah ditempatkan di RSPAU Hardjolukito. Statusnya otomatis PDP. Sementara enam sisanya negatif,” kata Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo.

Joko sempat melakukan identifikasi kepada WNA India tersebut. Kedatangan di Indonesia sudah sejak Januari 2020 untuk tabligh dengan berkeliling masjid ke masjid.

“Tapi info dari Kemenag mereka sudah tidak melakukan tabligh sejak Covid-19 merebak di Indonesia,” ujarnya.

Hasil identifikasi juga menyebutkan rombongan WNA datang dalam dua regu. Kelompok pertama terdiri dari delapan orang tiba pertengahan Maret. Disusul kemudian rombongan sisanya beberapa hari selanjutnya.

Sementara tentang keberadaan di Kocoran Caturtunggal hanya silaturahmi. Rombongan ini tidak menggelar acara tabligh. Disebutkan pula rombongan WNA India ini bukan peserta Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan.

Info yang didapat, para WNA India sebenarnya harus kembali ke negara asalnya 15 April. Akan tetapi gagal karena India memperpanjang masa lockdown. Dari awalnya hingga 14 April menjadi 3 Mei.

“Rapid test yang kami lakukan ini juga berkat laporan warga setempat. Rombongan WNA India sudah diisolasi di lantai 2 masjid. Langkah kami selanjutnya adalah melakukan tracing kepada pasien ini,” katanya.

Sementara itu kasus penambahan pasien positif tak hanya WNA India. Gugus Tugas Covid-19 DIJ mencatat adanya kasus 80. Tercatat sebagai pasien laki-laki berusia 60 tahun. Pasien ini berdomisili Kabupaten Sleman.

Adapula laporan kematian dua PDP. Kasus pertama adalah laki-laki berusia 62 tahun asal Kota Jogja. Diketahui memiliki riwayat penyakit stroke. Kasus kedua adalah perempuan berusia 78 tahun asal Sleman. Pasien ini memiliki riwayat sakit jantung. (dwi/tif)

Breaking News