RADAR JOGJA – Dua dokter yang bertugas di wilayah administrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Informasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi.

Keduanya telah menjalani rawat isolasi selama sepekan.
Heroe enggan melampirkan data detail kedua dokter ini. Mulai dari tempat bertugas, usia dan jenis kelamin. Kaitannya adalah kerahasiaan identitas pasien Covid-19. Hanya, Heroe memastikan keduanya bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan Kota Jogja.

“Menambahkan info tadi pagi, ada dua dokter positif (Covid-19) semua. Perawat tidak ada. Yang pertama sudah hampir dua Minggu dan satunya sekitar empat hari ini,” jelasnya, Sabtu (18/4).

Terkait isolasi, keduanya menerapkan metode yang berbeda. Dokter pertama menjalani isolasi dua minggu di rumah sakit rujukan. Sementara dokter kedua menjalani isolasi mandiri dengan pendampingan rumah sakit tempatnya bekerja.
Orang nomor dua wilayah administrasi Pemkot Jogja ini memastikan tracing telah berlangsung. Sasarannya adalah keluarga dan lingkungan sekitarnya. Untuk saat ini, jajarannya masih menunggu hasil tracing tersebut.

“Keluarganya sudah kami tracing semua dan menunggu hasilnya. Kalau kedua dokter diketahui positif setelah jalani uji swab,” katanya.

Heroe menuturkan, kondisi kesehatan kedua dokter sempat menurun. Ditandai dengan munculnya gejala Covid-19. Pertimbangan lainnya adalah sempat melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.
Pasca muncul gejala, kedua dokter langsung diistirahatkan dari tugasnya. Berlanjut dengan uji swab laboratorium. Hasil tracing dokter pertama sempat ada kontak dengan suami yang baru pulang dari Jakarta.

“Suami yang dokter pertama sudah diperiksa (swab), masih tunggu hasilnya. Kalau dokter yang isolasi empat hari karena terpapar pasien dan dia memang nangani pasien (Covid-19). Secara umum kondisi kesehatan keduanya baik,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih justru tidak bisa menjelaskan adanya fakta ini. Perempuan yang juga menjabat Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIJ justru meminta konfirmasi dilakukan kepada Dinkes Kota Jogja.

“Maaf, didata kami tidak ada profesinya. Kalau di kabupaten kota pasti akan lebih dilengkapi dari hasil tracingnya,” jelasnya singkat. (dwi/ila)

Breaking News