RADAR JOGJA – Ditutupnya tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Piyungan di Bantul, mulai berdampak di Kota Jogja. Meski warga sudah diimbau untuk menyimpan sampah. Di beberapa tempat pembuangan sementara (TPS) mulai terlihat tumpukan sampah.
Pemkot Jogja memastikan pengangkutan sampah yang tertahan di depo-depo kota Jogja sudah mulai bisa diangkut. Seiring dengan mulai beroperasinya kembali TPST Piyungan, yang informasinya mulai hari ini (11/4).

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan pengangkutan tentunya harus secara bergiliran. Karena ada penumpukan sehingga tidak bisa serentak langsung terangkut. “Karena di Piyungan biasanya kan sehabis penutupan juga terjadi antrean panjang,” katanya dihubungi Radar Jogja kemarin (10/4).

HP menyebut sebelumnya sudah ada imbauan agar masyarakat menyimpan dulu sampah rumah tangganya di rumah masing-masing. Dikarenakan, sudah bisa mulai diangkut diprediksi petugas sampah sudah mulai mengambil sampah di rumah-rumah warga hingga dibuang di depo-depo sampah. “Mungkin mereka juga sudah menyimpan. Karena memang hari ini sebenarnya sudah bisa dibawa ke (TPST) Piyungan, bisa jadi masyarakat juga sudah membawa ke TPS sehingga menumpuk,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Suyana memperkirakan perbaikan yang dilakukan di TPST Piyungan berlangsung hingga hari ini (11/4). Menurut dia, karena hanya masih mengandalkan pembuangan sampah ke sana, pihaknya hanya bisa menunggu. Sambil warga terus diedukasi untuk memilih dan mengolah sampah. “Jangan buang sampah dulu, olah sampah di rumah,” pesan mantan Kepala Disperindagkoptan Kota Jogja itu.

Sebelumnya, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menyebut, solusi sementara tidak semua truk pengangkut sampah bisa membuang sampah di TPST Piyungan untuk beberapa bulan mendatang. Hanya ada dua kriteria truk yang boleh membongkar sampah. Yakni, truk mendapatkan rekomendasi dari pemerintah kabupaten atau kota dan dump truck (truk jungkit).

Pembatasan truk yang boleh membuang sampah itu disebabkan adanya perbaikan di TPST Piyungan. Proses perbaikan diperkirakan berlangsung antara tiga hingga empat bulan. Perbaikan juga berimbas pada ditutupnya salah satu zona pembuangan sampah.

Selama perbaikan, tegas Aji, TPST Piyungan tidak ditutup total. ”Bukan penutupan. Tapi, diatur supaya pelaksanaannya tidak terganggu oleh kedatangan truk (pengangkut sampah),” katanya. (wia/pra)

Breaking News