RADAR JOGJA – Kabar gembira dari catatan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Jogjakarta. Tiga pasien dinyatakan sembuh setelah menjalani rawat isolasi selama beberapa pekan. Mereka adalah pasien kasus 8, kasus 18 dan kasus 26.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih turut menjelaskan detail pasien. Kasus 8 adalah laki-laki berusia 36 tahun, kasus 18 berjenis kelamin laki-laki dan berusia 14 tahun. Kasus 26 seorang pasien laki-laki berusia 27 tahun.
“Ketiganya berdomisili atau tercatat sebagai warga Kabupaten Sleman. Ketiga kasus positif dinyatakan sembuh setelah memperoleh hasil uji laboratorium dua kali negatif,” jelasnya, Jumat (10/4).

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DIJ ini memastikan kondisi kesehatan ketiga pasien prima. Fakta ini terpantau sejak hari pertama tes uji swab pertama pasca dinyatakan positif. Kondisi kesehatan ketiganya cenderung baik sejak pertama dirawat isolasi.

Kini ketiganya telah kembali ke kediamannya masing-masing. Walau begitu pemantauan kesehatan tetap berlaku intens. Terutama oleh tim medis dari rumah sakit.
“Sudah pulang karena kondisi kesehatannya jauh membaik. Tapi pemantauan kesehatan di rumah masih dilakukan oleh tim medis,” katanya.

Kabar baik lainnya adalah belum adanya penambahan kasus positif Covid-19 per hari ini. Sehingga jumlah kasus positif di Jogjakarta masih tetap sebanyak 40 kasus. Detailnya 10 pasien sembuh dan enam pasien dinyatakan meninggal dunia.

“Jadi total pasien yang masih dirawat isolasi di rumah sakit rujukan masih ada 24 pasien. Semoga semua lekas membaik dan sembuh,” harapnya.

Walau begitu tetap ada kabar duka dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jogjakarta. Tercatat satu pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. Pasien ini berjenis kelamin laki-laki dengan usia 70 tahun. Tercatat sebagai warga Kabupaten Sleman.
“Ada satu laporan kematian PDP. Penyebabnya usia tua dan ada komorbid (riwayat penyakit penyerta). Untuk uji swab masih dalam proses laboratorium. Untuk pemakaman menerapkan protokol tertinggi,” ujarnya.

Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogjakarta Irene memastikan uji swab masih terus berlangsung. Hanya saja hasil tidak bisa serta merta terbit. Selain adanya daftar antrian juga berdasarkan ketersediaan Reagen. Diketahui bahwa laboratorium ini juga melayani uji untuk wilayah Jawa Tengah.

“Kami sedang berupaya menyelesaikan hasil uji swab tertunda. Hari Jumat, Sabtu dan Minggu laboratorium BBTKLPP tetap buka,” katanya. (dwi/ila)

Breaking News