RADAR JOGJA – Persebaran virus korona (Covid-19) di DIJ berpotensi meluas melalui perantau yang mudik ke kampung halaman. Khususnya, perantau dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Pakar migrasi dan kependudukan UGM Jogjakarta Sukamdi menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diantisipasi terkait banyaknya perantau yang pulang kampung karena wabah Covid-19. Salah satunya adalah memantau pemudik dari daerah pusat endemi virus korona. ”Yang pulang dari daerah endemi perlu dimonitor,” ungkap Sukamdi kemarin (3/4).

Selain itu, pemerintah harus memantau pergerakan masyarakat melalui sistem informasi. Yakni, gerakan penduduk yang keluar masuk dimulai dari tingkat rukun tetangga (RT) dan dikompilasi masuk ke setiap dusun.

Pemantauan dilakukan untuk pendatang dari luar daerah maupun masyarakat yang pergi ke luar daerah. Misalnya, warga Jogjakarta yang beraktivitas ke Solo, Jawa Tengah, atau tempat lainnya.

Sistem informasi harus mencakup sejumlah data. Di antaranya, mulai pergi, lamanya pergi, dan dilengkapi dengan identitas diri.

Sistem informasi tersebut bisa dibuat sesuai kepentingan akses masing-masing pihak. Misalnya, data bisa diakses dan hanya sebatas jumlah masyarakat yang datang maupun pergi.

Sedangkan untuk siapa saja yang memiliki gejala Covid-19 bisa diberlakukan akses terbatas bagi pengambil kebijakan atau pemerintah. ”Sistem seperti ini nantinya dapat direplikasi ke tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten,” tambahnya.

Sukamdi yang tinggal di Dusun Sedan, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, mengaku sedang berupaya membangun sistem informasi terkait pergerakan penduduk yang datang dan pergi. Dalam membangun sistem ini perlu melibatkan generasi muda untuk mengatasi kendala gagap teknologi dari generasi sebelumnya.

Selain membangun sistem informasi, Sukamdi menekankan perlunya membangun jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Terutama bagi masyarakat miskin.

Hal ini bisa dilakukan dengan menggerakkan komunitas atau masyarakat sekitar. ”Penting membangun social safety net berbasis partisipasi masyarakat sekitar untuk mengatasi dampak wabah Covid-19,” ungkapnya. (eno/din/amd)

Breaking News