RADAR JOGJA – Jogjakarta mulai ramai lagi. Setidaknya, itu tecermin dari arus lalu lintas (lalin) di berbagai ruas jalan.
Sejak pandemi virus korona (Covid-19), suasana lalu lintas sempat. Jarang terlihat kendaraan melintas di jalan raya. Namun, setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan membolehkan mudik, arus lalu lintas di Jogjakarta sedikit meningkat.

Kepala Dinas Perhubungan DIJ Tavip Agus Rayanto mengungkapkan, di awal penerapan tanggap darurat korona pada 20 Maret lalu sempat terjadi penurunan lalin di DIJ. Selain itu, ada larangan dari Gubernur DIJ Hamengku Buwono X untuk tidak melakukan aktivitas berkerumun.

Kebijakan itu, tegasnya, membuat arus lalin di DIJ mengalami penurunan. “Tetapi, sekarang memang ada sedikit peningkatan kembali,” kata Tavip kepada Radar Jogja kemarin (3/4).

Dia mengatakan, salah satu penyebab peningkatan arus lalin itu yakni para pemudik yang datang ke DIJ. Mereka datang menggunakan mobil pribadi atau bus. Lalin pun terkadang kadang menjadi lebih ramai.

“Selain itu, kebijakan penertiban kendaraan dari luar kota juga belum ada keputusan. Sehingga mereka masih bebas untuk datang ke DIJ,” jelasnya.
Tavip memprediksi, masyarakat merasa bingung dengan kebijakan pemerintah. Masyarakat yang tinggal di kuar kota akhirnya memutuskan untuk mendahului pulang. “Mereka kebanyakan memang datang dari wilayah zona merah. Nomor kendaraan dari luar kota juga meningkat,” imbuhnya.

Berdasar pantauan Radar Jogja, di ruas-ruas jalan seperti Jalan Gejayan dan ruas jalan sekitar Tugu Jogja terlihat banyak kendaraan bermotor yang melintas. Jumlahnya jauh lebih banyak dibanding saat awal-awal penerapan tanggap darurat korona.

Tri Sumarsih, seorang pengguna jalan, mengaku keluar rumah hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari. “Saya tetap ada rasa khawatir. Tetapi karena untuk memenuhi kebutuhan, apalagi mendesak, ya harus tetap keluar,” kata perempuan 45 tahun tersebut.

Hal senada diungkapkan pengguna jalan lainnya yakni Siti Naviah Nurhalimah. Perempuan 23 tahun itu juga menyatakan keluar rumah hanya sebatas mencari kebutuhan pribadi.

Dia juga mengaku terkadang bosan selalu berada di rumah saja. “Ini salah satu penghilang kepenatan. Bisa keluar walaupun hanya pergi sebentar saja. Pergi pun tidak nyaman karena harus diselimuti rasa takut korona,” jelasnya. (cr1/amd)

Breaking News