RADAR JOGJA – Angin kencang saat hujan deras memicu ”bencana” di sejumlah wilayah di Jogjakarta kemarin (14/2). Banyak pohon tumbang. Seorang warga meninggal dunia. Dua mobil ringsek.
Warga yang meninggal dunia yakni Samidin, 52, warga Bawuran, Pleret, Bantul. Dia meninggal akibat mobil yang dikendarainya tertimpa pohon yang tumbang.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Terong di Kecamatan Dlingo. Saat itu Samidin sedang mengendarai mobil dari Temuwuh hendak pulang ke Bawuran.
Selain itu, pohon tumbang juga menimpa mobil di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja. Mobil yang sedang melaju di jalan raya tertimpa pohon.
Saksi mata Rolandinus Pasagery, 28, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.14. Saat itu angin bertiup kencang. Ternyata, ada pohon tumbang yang menimpa mobil yang sedang melintas.
Lelaki yang biasa disapa Gery itu bergegas menuju lokasi. Dia langsung membantu penumpang di dalam mobil. Penumpang itu tak terluka. Namun, mobil itu ringsek.
”Mobil jalan arah barat ke timur. Saya keluarin dengan menarik pintunya, dan saya bawa ke pinggir. Tidak ada yang luka,” jelasnya.
Pohon yang tumbang tersebut sebenarnya menimpa dua mobil. Namun, satu mobil lainnya hanya kerusakan ringan. ”Mobil depannya cuma kena ranting. Jadi, bisa langsung pergi,” tandasnya.

Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di Pasar Beringharjo yang berada di kawasan Malioboro. Titik banjir terjadi di sisi barat sebelah utara, dekat saluran air.
Pengendali Keamanan Pasar Beringharjo Teguh Kahono mengatakan, banjir di dalam pasar akibat kiriman air dari luar. Gorong-gorong atau salurah air hujan di sebelah utara pasar meluap akibat tidak mampu menampung air. Air pun masuk ke dalam pasar.
“Kami sudah dapat air dari peralon masuk bak kontrol ditambah air dari luar,” katanya.

Pohon tumbang akibat angin kencang juga terjadi di Sleman. Setidaknya, terjadi di rmpat kecamatan yakni Kecamatan Mlati, Kecamatan Minggir, Kecamatan Sleman, dan Kecamatan Gamping.
Ada pohon tumbang yang menimpa rumah. Akibatnya, rumah rusak.
Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan menjelaskan, pohon tumbang terjadinya di lima titik. Salah satunya di Jalan Magelang Km 9 Mulungan Kulon, Sendangadi, Mlati.
Pohon menimpa jaringan listrik dan telepon. Pohon melintang jalan raya.
Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Wahidin Karanggeneng, Sendangadi, Mlati. Ada pula pohon tumbang yang menimpa dapur rumah makan Gabah Emas.
Di Kecamatan Minggir, terjadi dua pohon tumbang. Di Dusun Tengahan 11 RT 3 RW 25 Sendangagung, pohon menimpa jaringan listrik dan menutup akses jalan.
Sedangkan di Dusun Minggir RT 4 RW 7 Sendangagung, pohon tumbang menimpa kabel listrik. ”Kabel PLN antarrumah putus,” jelas Makwan pada keterangan tertulis kemarin (14/2).
Pohon tumbang juga terjadi di Kecamatan Gamping. Tepatnya, di lingkungan SMK Putra Samudera di Jalan Wates Km 4 Somodaran.
Hujan dan angin kencang kemarin juga menyebabkan atap beberapa rumah rusak. Atap beterbangan. Peristiwa tersebut terjadi di Jatirejo 6B RT 01 RW 21 dan Jongke Lor RT 02 RW 26 Desa Sendangadi, Kecamatan Mlati.
Angin kencang juga terjadi di kawasan Rumah Dinas Bupati Sleman yang terletak di Beran, Tridadi, Sleman. Papan informasi yang berada di depan rumah dinas tersebut roboh. “Papan informasi roboh,” tegas Makwan.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Staklim) Reni Kraningtyas menjelaskan, curah hujan yang terukur di Stasiun Klimatologi Sleman adalah 74,5 milimeter (mm) dalam durasi 1,5 jam. Hujan tersebut termasuk kategori sangat lebat.
Kategori hujan lebat-sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang memungkinkan di sebagian wilayah DIJ tersebut potensial menyebabkan banjir atau genangan air. “Bahkan, tumbangnya pohon,” ungkap Reni pada keterangan tertulis.
Menurut Reni, hujan lebat disebabkan oleh konvergensi atau belokan angin tajam di Jawa Tengah, DIJ, dan bagian barat Jawa Timur. Akibatnya, terjadi penumpukan masa udara hangat-lembab. Lalu, terbentuklah cluster awan Cumulonimbus dengan area yang cukup luas.
“Diprakirakan dalam dua hari ke depan, potensi hujan lebat masih tinggi akan terjadi di wilayah DIJ,” tambah Reni. (cr2/tor/eno/wia/amd/fj)

Breaking News