RADAR JOGJA – Maraknya aksi kekerasan jalanan atau klithih belakangan ini membuat gabungan organisasi masyarakat (ormas) di Jogjakarta mendorong pihak kepolisian untuk lebih tegas bertindak. Hal itu karena fenomena klithih itu sudah membuat resah lapisan masyarakat.
Dorongan ormas ini disuarakan saat ratusan orang yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) Jogjakarta menggelar aksi di depan Mapolda DIJ, kemarin (3/2). Mereka mendesak aparat kepolisian untuk bisa lebih tegas dalam menangani klithih yang dirasa sudah sangat mengancam masyarakat.
Sekretaris FKOR Jogjakarta Waljito mengungkapkan, aksi yang digelar ini merupakan bentuk dukungan masyarakat kepada kepolisian dalam upaya menumpas pelaku kekerasan jalanan di Jogjakarta. Mereka menilai aksi klithih sudah sangat meresahkan, karena para korban yang jadi sasaran dilakukan acak.
“Memang sudah cukup maksimal penanganan yang dilakukan oleh Polda DIJ. Tetapi pada faktanya, fenomena klithih ini masih menjadi teror yang menakutkan bagi masyarakat, khususnya saat bepergian malam hari. Oleh karena itu, aparat kepolisian jangan ragu untuk bertindak tegas terhadap para pelakunya,” ujarnya.
Waljito mengungkapkan, massa aksi juga meminta agar pihak kepolisian bisa bersinergi dengan ormas dalam mencegah kasus klitih terulang. Selain itu, pihaknya juga mendorong Polda dan gubernur DIJ agar bisa menerbitkan peraturan perihal penanganan klitih. Harapannya bisa mencegah aksi klithih. “Mungkin seperti ada aturan yang membatasi pelajar untuk keluar malam, sehingga aksi klithih bisa dicegah,” tandasnya.
FKOR, lanjut Waljito, juga mendorong polisi lebih giat lagi untuk menekan peredaran obat-obatan terlarang dan minuman keeras (miras). Hal itu karena obat-obatan dan miras diduga sebagai salah satu penyebab maraknya kasus klithih di Jogjakarta.
Terkait aksi adanya dorongan penanganan dari ormas ini, Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar mengatakan, pihaknya mendukung adanya aksi tersebut. Dia pun menyatakan jajaran kepolisian siap bersinergritas dengan ormas di Jogjakarta.
Dikatakan, jajaran kepolisian di DIJ sudah melakukan upaya preventif untuk menumpas kasus kejahatan jalanan ini. Upaya yang sudah dilakukan dengan giat patroli pada lokasi dan jam yang rawan. Polisi juga telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan di hampir seluruh sekolah.
Hal ini agar kasus klithih yang biasa melibatkan kalangan pelajar bisa dicegah. “Harapan saya dengan adanya sinergritas kepolisian dan masyarakat ini, maka kasus kejahatan jalanan atau klithih di Jogjakarta bisa diantisipasi,” ujarnya. (inu/laz)

Breaking News