RADAR JOGJA – Aksi barbar yang dilakukan sejumlah orang di Nanggulan, Kulonprogo, Sabtu (1/2), menimbulkan keresahan warga. Selain melukai tiga orang menggunakan senjata tajam di dua lokasi, pelaku juga sempat merusak faslitas umum seperti lampu penerangan jalan dengan tembakan senapan angin.
Seorang saksi mata, Bardi, warga Kembang, Nanggulan, mengungkapkan, saat itu ia sedang membetulkan lampu penerangan jalan bersama warga ketika dari arah selatan melintas motor berboncengan tiga. Sengaja menebar teror, pelaku sempat menembak lampu penerangan jalan dengan senapan angin, kemudian kabur.
“Setelah menembak lampu, pelaku lari ke utara. Sampai di jalan Kentheng-Godean, kami dengar kabar ada korban pembacokan,” ungkap Bardi.
Menurutnya, santer beredar kabar di lokasi kejadian pelaku awalnya mencari orang bernama Gowok. Namun tidak ada warga bernama Gowok seperti yang dicari ketiga pelaku yang membawa dua pedang dan senapan angin tersebut.
“Awalnya yang dicari itu Gowok, namun di sini tidak ada yang namanya Gowok. Kemungkinan salah sasaran. Ya, pelaku membawa pedang dan senapan angin. Kalau sepeda motornya saya kurang jelas karena waktu itu gelap,” ujarnya.
Bagian Humas PKU Muhammadiyah Nanggulan Siswanto membenarkan pihaknya menerima dua pasien yang dikabarkan menjadi korban orang yang melakukan aksi barbar di Nanggulan. “Pasien pertama masuk sekitar pukul 17.00, ia datang sendiri dan langsung kami ditangani. Pasien kedua masuk sekitar pukul 22.00,” ucapnya.
Siswanto menjelaskan, satu korban mengalami luka pada bagian kepala. Setelah dilakukan penanganan, pihaknya memutuskan untuk merujuk pasien ke RS PKU Muhammadiyah Jogja. Sebab membutuhkan penanganan lebih intensif dengan peralatan yang lebih lengkap. “Satunya lagi luka di siku. Kami lakukan jahit luka, setelah itu pasien mmutuskan untuk pulang menjalani rawat jalan,” jelas Siswanto. (tom/laz)

Breaking News