Mutiara Oktarani Nurul Al-Pasha berkesempatan menjadi pelari hebat. Saat ini pelari 13 tahun itu dipanggil mengikuti Pelatnas Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) U-18 dan U-20.
Ana R. Dewi, JOGJA – Radar Jogja
WAJAH Mutiara Oktarani Nurul Al-Pasha tampak gembira saat acara pelepasan yang berlangsung di kantor KONI DIJ kemarin (31/1). Sembari ditemani sang ibu, Destrijana Pramono, atlet yang akrab disapa Pasha tersebut terlihat antusias mendengarkan setiap pesan dan petuah yang ditujukan kepadanya.
Acara pelepasan tersebut turut dihadiri Ketum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto, Kepala BPO Disdikpora DIJ Eka Heru Prasetya, Wasekum KONI DIJ Ossa Candra Seno, Ketua Harian Pengda PASI DIJ Bambang Dewanjaya, Ketua KONI Sleman Pramana, Ketua Pengkab PASI Sleman Aris Priyanto, dan pelatih atletik Sukri.
Djoko Pekik mengucapkan selamat atas terpilihnya Pasha mengikuti pelatnas di Jakarta. Dia juga berterima kasih atas prestasi yang selama ini ditorehkan Pasha untuk DIJ.
Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menyampaikan pesan agar pelari kelahiran 11 Oktober 2006 itu selalu semangat dan berjuang saat mengikuti pelatnas. Dia berharap pemanggilan ke pelatnas ini sekaligus bisa menjadi pijakan bagi Pasha untuk berprestasi di level dunia.
“Mutiara ini bukan hanya mutiaranya Sleman. Tidak hanya mutiaranya DIJ, namun Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Destrijana tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih anak bungsunya tersebut. Bahkan, dia sempat meneteskan air mata lantaran tidak menyangka sang buah hati dipanggil bergabung pelatnas.
“Saya sendiri terkejut mendengar anak saya bisa ke pelatnas. Sebenarnya, saya belum ikhlas karena Pasha masih kecil,” ungkapnya.
Kendati begitu, Destrijana berharap Pasha bisa semakin dewasa dan berpestasi untuk Indonesia. Yang jelas, dia ingin anaknya kerasan dan mandiri saat menjalani pelatnas.
“Pasha nanti minta ditungguin sampai tiga hari di Jakarta. Itu permintaannya. Semoga sukses di sana,” bebernya.
Rencananya, Pasha akan bertolak ke Jakarta hari ini pukul 18.00. Nantinya, pelari yang duduk di kelas 7 SMPN 1 Seyegan, Sleman, itu bakal disiapkan PB PASI untuk turun di ajang Southeast Asia Youth Athletics Championship 2020 di Jakarta. Selain itu, ditempat untuk terjun dalam Asian Junior Athletics Championship 2020 di Bangkok, Thailand.
Dari 30 atlet yang dipanggil PB PASI, Pasha menjadi atlet termuda. Dia menjadi satu-satunya atlet dari DIJ. Pelari bertinggi 153 centimeter itu dipersiapkan untuk turun di dua nomor andalannya. Yakni, 1.500 meter dan 3.000 meter.
Sejauh ini, prestasi yang ditorehkan Pasha terbilang cukup mentereng. Di antaranya, meraih dua emas di nomor 800 meter dan 1.500 meter dalam Kejurnas PPLP Gorontalo 2018. Selain itu, mendapat emas nomor 1.500 meter dan 5.000 meter di Kejurnas Bangka Belitung 2019.
Pasha juga merengkuh medali perunggu di ajang Popnas Kendal 2017 dan medali emas di Popda 2017-2019. Dia juga tampil sebagai juara pertama dan kedua dalam Porda 2017. Bahkan, dalam lomba lari 4 kilometer putri Tri Juang 2018, dia sukses meraih juara pertama.
Sementara itu, di kejuaraan internasional, Pasha pernah mewakili Indonesia di ajang Asean School Games (ASG) 2019 dengan raihan medali perak di nomor 1.500 meter dan perunggu di nomor 3.000 meter. Dia juga tercatat sebagai atlet termuda yang mengikuti turnamen ASG 2019.
Dengan sejumlah prestasi Pasha tersebut, diharapkan akan lahir atlet berbakat lainnya asal DIJ di masa yang akan datang. Sebelumnya, DIJ juga memiliki atlet atletik berprestasi yang lebih dulu dipanggil pelatnas. Di antaranya, Nur Sodiq dan Bayu Prasetyo. (amd)

Boks