RADAR JOGJA – Gerbong mutasi Pemprov DIJ kembali bergerak. Tepat dua bulan usai dilantik, Sekprov DIJ R. Kadarmanta Baskara Aji secara perlahan mulai menata “kabinetnya” di Kepatihan.
Penataan itu momentumnya berbarengan dengan ditariknya Sumadi dari jabatan Sekda Sleman. Dia diangkat menjadi kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIJ.
Sumadi menggantikan Agung Supriyono. Seniornya semasa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja. Agung digeser menjadi asisten pemberdayaan sumber daya masyarakat.
“Pelantikan Pak Sumadi dan Pak Agung dilakukan bersamaan dengan digesernya lima pejabat teras pemprov lainnya. Total ada tujuh orang yang digeser,” beber seorang sumber di kompleks Kepatihan, kemarin (28/1).
Prosesi pelantikan dijadwalkan berlangsung hari ini (29/1) mulai pukul 11.00. Tanda-tanda digelarnya pelantikan pejabat eselon II sudah terlihat. Sebuah dekorasi bertuliskan “Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) di Lingkungan Pemprov DIJ” terpasang di Bangsal Kepatihan sejak kemarin siang.
Tentang nama-nama pejabat yang dimutasi, sumber itu membocorkan beberapa nama. Di antaranya, Asisten Pemerintah dan Administrasi Umum Tavip Agus Rayanto. Seperti diketahui Tavip merupakan rival Aji semasa seleksi pengisian jabatan Sekprov pada 2019 lalu.
Keduanya sama-sama menjadi kandidat kuat Sekprov. Namun pada akhirnya Gubernur DIJ Hamengku Buwono X memilih Aji sebagai Sekprov menggantikan Gatot Saptadi yang memasuki masa pensiun.
Sumber itu menambahkan, Tavip akan ditarik keluar dari ring satu Kepatihan. Dia digeser menjadi kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ. Jabatan kepala disdikpora sebelumnya diduduki Aji. “Pak Tavip menempati kursi yang ditinggalkan Pak Aji. Kantornya dari Kepatihan pindah ke Jalan Cendana,” lanjutnya.
Pengganti Tavip calon kuatnya adalah Umar Priyono. Saat ini Umar menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik. Asisten lain yang digeser adalah Arofa Noor Indriani. Dia dimutasi menjadi kepala Dinas Pertanian DIJ yang lowong sejak kepala sebelumnya Sasongko purna tugas per 1 Januari 2020.
Posisi asisten pemberdayaan sumber daya manusia yang ditinggalkan Arofa akan diisi Agung Supriyono. Pergeseran juga terjadi di jajaran kepala biro. Kepala Biro Tata Pemerintahan Maladi dipindah menjadi kepala Biro Bina Mental Spiritual. Jabatan ini sudah lama kosong. Tepatnya sejak Sri Pujiastuti, kepala biro sebelumnya pensiun pada Agustus 2019. Pengganti Maladi ditunjuk Sugeng Purwanto. Jabatannya saat ini wakil kepala Dinas Pertanian DIJ. Sebelum menjadi wakil kepala dinas pertanian, Sugeng pernah menjadi kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setprov DIJ.
Terkait dengan agenda pelantikan pejabat eselon II itu, Sekprov DIJ R. Kadarmanta Baskara Aji memilih irit bicara. Dia justru menunjuk ke arah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana yang berjalan beriringan keluar dari ruang paripurna DPRD DIJ.
“Beliau langkung pirsa (lebih tahu, Red),” hindarnya di gedung dewan kemarin. Meski begitu, Aji, sapaan akrabnya, tak membantah atau mengiyakan menyangkut beredarnya beberapa tujuh nama pejabat yang dimutasi.
Termasuk nama Tavip yang diplot menjadi kepala Disdikpora DIJ. Posisi yang selama delapan tahun ditempatinya sebelum menjabat Sekprov. “Tunggu saja besok (hari ini, Red),” ujarnya, sambil memasuki mobil dinas Fortuner hitam.

Jalan Lapang Harda Jabat Sekda

Sekda Sleman Sumadi awalnya tidak mengetahui dengan penarikannya kembali ke provinsi. Saat dihubungi pukul 10.49 kemarin, dia mengaku belum menerima undangan pelantikan. Namun tiga jam kemudian, ia menginformasikan baru saja mendapatkan undangan. “Tapi saya nggak tahu ditempatkan di mana,” katanya.
Sumadi mengaku selama ini belum pernah diajak bicara atasannya, Bupati Sri Purnomo. Khususnya menyangkut pengembalian dirinya ke provinsi. Juga soal seleksi Sekda Sleman yang diumumkan 7 Desember 2019 lalu. “Saya benar-benar tidak tahu,” ungkap keponakan Samirin, mantan bupati Sleman era 1985-1990 ini.
Seorang pejabat di Kepatihan menceritakan, mutasi pejabat kali ini dipicu harus ditariknya Sumadi balik ke provinsi. “Ada dispo dari Pak Gubernur, Pak Sumadi harus ditarik sebelum Pilkada Sleman,” ceritanya.
Dengan ditariknya Sumadi ini disebut-sebut menjadi jalan lapang bagi Harda Kiswaya menjadi calon kuat Sekda Sleman. Harda saat ini menjabat kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman. Dia bersama empat pejabat Pemkab Sleman baru saja mengikuti uji kompetensi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ pada 20-21 Januari 2020. Harda lolos seleksi administrasi calon Sekda Sleman.
Harda lolos tahap administrasi bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman Agung Armawanta, Inspektur Kabupaten Sleman Hery Dwikuryanto, Kepala Badan Kesbangpol Sleman Hery Sutopo dan Kepala Bappeda Sleman Kunto Riyadi. “Peserta yang memenuhi syarat administrasi berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya,” terang Ketua Panitia Seleksi Sekda Sleman Bambang Wisnu Handoyo. (kus/laz)

Breaking News