RADAR JOGJA – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mendapati kendala dalam mewujudkan bebas kabel listrik di kawasan Tugu Jogja tahun ini. Kendalanya karena kebutuhan infrastruktur lahan pendukung dengan dimensi dan ketinggian 3x3x2 meter persegi.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, lahan itu untuk menghubungkan listrik sampai ke sambungan rumah-rumah warga. Dari sepanjang Jembatan Gondolayu sampai ke Tugu, sambungan listrik ke rumah-rumah membutuhkan travo, di mana keberadaan travo yang berada di atas tanah tidak bisa diletakkan di bawah tanah. Sebab, harus membutuhkan ruangan yang kedap air atau tidak boleh terkena air sama sekali.
Di sisi lain, dari travo sampai ke rumah-rumah kabelnya berbeda. Dan banyak kabel terbuka yang tidak bisa di bawah tanah. “Kalau itu (kabel-kabel) di bawah, berarti kan perlu semacam bunker sebanyak apa supaya benar-benar kedap air agar tidak kena banjir,” ujarnya kemarin.
Menurutnya, dimungkinkan pekerjaan ducting awal kabel listrik PLN pada 2020 dalam rangka bebas kabel udara, hanya berjarak 100 meter dari Tugu, baik ke arah barat, timur, selatan, dan utara. Melainkan kabel listrik yang tersambung masuk ke rumah masih belum bisa dipastikan. “Sehingga harapan kami kalau 100 meter masih bisa ditarik dari pal-pal yang ada. Kalau kabel FO (fiber optic) tetap harus ke bawah semua,” tuturnya.
Adapun tahap pertama penataan pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman sudah selesai dilakukan tahun lalu dari simpang empat Gramedia hingga simpang Jembatan Gondolayu. Sedangkan tahap ke dua pada tahun ini, penataan pedestrian dilanjutkan ke arah barat dari simpang Jembatan Gondolayu hingga kawasan sumbu filosofi Tugu. “Ducting jadi satu dengan pedestrian anggarannya menggunakan alokasi danais Rp 27 miliar,” terangnya.
Namun, penataan pedestrian tahap kedua ini ada perbedaan konsep. Pedestrian sebelah timur dari Tugu berkonsep smooth antara mengikuti konsep dari Kotabaru yaitu bergaya indies. Kemudian sisi pedestrian mendekati kawasan Tugu berkonsep sumbu filosofi Jogja. Sebab, sudah tidak lagi masuk kawasan cagar budaya Kotabaru. “Tapi kalau ini kan (Tugu) sudah masuk kawasan sumbu filosofi. Nanti masih komunikasi dengan provinsi,” tambahnya. (wia/laz)

Breaking News