Radar Jogja – Misteri kematian Paniyati, 50, seorang janda, warga Sunggingan, Umbulrejo, Ponjong di bukit Baturagung, perbatasan dengan Desa Gedangrejo, Karangmojo, terungkap. Suratimin, 55, yang juga ketua RT Sunggingan menjadi tersangka tunggal pembunuhan ini.
Hal itu terungkap dalam gelar perkara Polres Gunungkidul kemarin (3/1). Hasil penyelidikan selama tiga hari dan diperkuat dengan keterangan pendukung, nama tersangka mengarah kepada Suratimin. Yang bersangkutan selama proses penyelidikan dirawat di rumah sakit wilayah Kecamatan Karangmojo.
Setelah Pak RT dinyatakan sehat oleh tenaga medis, selanjutnya diborgol dan dijebloskan ke penjara Mapolres Gunungkidul. Dalam jumpa pers kemarin, tersangka dihadirkan dalam kondisi wajah tertutup kain sabo. Terlihat jelas ada bercak darah menembus baju di sekitar perut.
Kapolres Gunungkidul AKBP Agus Setiawan mengatakan, motif pembunuhan dilatarbelakangi cinta terlarang. Pak RT yang notabene sudah beristri berselingkuh dengan Paniyati. Sejak tiga tahun lalu keduanya menjalin hubungan gelap.
“Kronologi menjelang kejadian, mereka berdua janjian di atas bukit (TKP). Keduanya hendak berhubungan layaknya suami istri, tetapi Suratimin cemburu dan tersinggung dengan perkataan Paniyati,” kata Agus.
Tanpa pikir panjang, Suratimin secara membabi buta menyerang Paniyati dengan sebilah sabit. Korban mencoba melakukan perlawanan dan sempat melukai tersangka. Endingnya, korban terkulai tidak berdaya. “Paniyati mengalami luka-luka di bagian perut, leher, kuping, hidung kanan dan ada luka di kepala,” ungkapnya.
Mengetahui selingkuhannya meninggal dunia, Suratmin panik dan mencoba bunuh diri dengan cara menusukkan sabit di bagian perut, menggores urat nadi, dan menusuk bagian lehernya sendiri. Hanya saja takdir berkata lain, hingga akhirnya dia ditemukan dalam kondisi hidup.
“Kami tidak menemukan indikasi tersangka menghilangkan jejak. Karena darah terus mengucur, pingsan di sebelah Paniyati. Lalu warga dan petugas datang mengavakuasi ke rumah sakit,” ucapnya. Atas kejadian ini, Suratmin diancam hukuman dengan Pasal 338 tentang Pembunuhan, dan diancam kurungan penjara selama 15 tahun.
Sementara itu, Ketua RW Padukuhan Sunggingan Suraji mengaku terkejut dengan penetapan Suratimin sebagai tersangka kasus pembunuhan Paniyati. Selama ini Pak RT dikenal baik, humoris dan belum pernah bermasalah. “Namun jika kenyataan seperti ini (jadi tersangka, Red), kami menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib,” kata Suraji.
Lalu, bagaimana dengan hubungan kedua keluarga besar pasca-penetapan tersangka? Pihaknya berkeyakinan sudah tidak ada masalah. Masing-masing sudah bertemu dan saling memaafkan serta tidak menyimpan dendam. “Kami berharap kejadian ini pertama dan terakhir dialami kampung kami,” ujarnya. (gun/laz)

Breaking News