RADAR JOGJA – Kasus intoleransi yang kerap terjadi mencoreng citra Jogjakarta sebagai miniatur Indonesia. Momen pergantian tahun diharapkan kejadian intoleransi bisa berkurang di Jogjakarta.
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengatakan harapannya di 2020 mendatang membuat Jogja menjadi lebih nyaman. Jogjakarta bisa menjadi rumah bagi semua golongan tanpa adanya intimidasi dan sikap intoleransi. “Harapan saya tinggal di Jogja lebih nyaman,” katanya kepada wartawan.
Diakui HB X, intimidasi di masyarakat dan lingkungan di Jogjakarta masih kerap terjadi. Untuk itu diharapakan intimidasi dikarenakan intoleransi bisa berkurang pada 2020.
Selain intoleransi, HB X juga berharap pada 2020 mendatang angka kriminalitas di DIJ bisa ditekan. Seperti diketahui pada 2019 lalu sejumlah kriminalitas masih kerap terjadi di Jogjakarta. Terutama persoalan klitih dan kekerasan di kalangan pelajar. “Inginnya kan Jogjakarta selalu aman dan nyaman. Ini tugas kita bersama membuat Jogja semakin nyaman,” terangnya.
Sementara Wakil Gubernur Paku Alam X mengatakan, di 2020 mendatang menjadi tantangan bagi Pemprov DIJ untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Pemprov akan berpegang pada petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis. “Kami memiliki tugas pelayanan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Dia pun berharap kepada masyarakat setelah mendapatkan hak pelayanan dari pemerintah untuk tetap menjaga kondusivitas di Jogjakarta. “Saya berharap warga Jogjakarta menjadi masyarakat yang teredukasi,” kata PA X. (bhn/laz)

Breaking News