RADAR JOGJA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendung Kamijoro, kemarin. Bendung tersebut selesai dibangun dengan dana Rp 229 miliar. Persemian ditandai penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti di landmark Taman Bendung Kamijoro, Dusun Kaliwiru, Desa Tuksono, Sentolo.
Pembangunan Bendung Kamijoro dilakukan dengan kontrak tahun jamak 2016-2018 oleh kontraktor PT Waskita Karya dan PT PP (Kerjasama Operasi/KSO). Bendung ini berada di antara perbatasan Kulonprogo dengan Bantul. Bendungan bisa diakses melalui Jalan Sentolo-Brosot Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo atau dari jalur Bantul lewat Kamijoro, Kecamatan Pajangan.
Hadir dalam peresmian sejumlah menteri dan pimpinan daerah. Di antaranya Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, Bupati Kulonprogo Sutedjo serta Bupati Bantul Suharsono.
Jokowi mengatakan Bendung Kamijoro difungsikan sebagai suplai air irigasi DI Pijenan. Berkapasitas 2,5 meter kubik per detik. Bisa mengairi sawah seluas 2.370 hektare di Bantul. Meningkatkan intensitas tanam dari 205 persen menjadi 270 persen.
“Semoga bendung ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ucap Jokowi.
Dijelaskan, Bendung Kamijoro juga difungsikan untuk suplai air baku ke Bandara YIA dan kawasan industri Kulonprogo. Memiliki kapasitas 500 liter per detik.
“Bendung ini juga dijadikan objek wisata masyarakat sekitar. Ada jembatan penghubung antara Bantul dan Kulonprogo,” jelas Jokowi.
Usai meresmikan bendungan, Jokowi melakukan peninjauan fasilitas bendung. Salah satunya jembatan. Jokowi menyempatkan menyapa masyarakat di jembatan sisi timur atau wilayah Bantul.
Basuki mengatakan meskipun difungsikan untuk irigasi, ternyata bendungan juga banyak dikunjungi. Pada hari biasa, hasil dari parkir kendaraan bisa mencapai Rp 13 juta. Saat libur bisa mencapai Rp 15 juta.
“Karena banyak dikunjungi dan menjadi destinasi wisata, bendungan ini memiliki fungsi banyak. Ada masukan pagar pengaman dipasang lebih rapat supaya aman. Itu akan kami pikirkan. Sebab memang fungsi awalnya hanya untuk irigasi. Perawatan akan ditangani pusat,” kata Basuki.
Selain irigasi, bendungan juga menyuplai air baku ke Bandara YIA. Sejauh ini masih disiapkan water treatmen plant, akan dibangun dengan kapasitas 475 liter per detik untuk Kulonprogo dan 25 liter per detik untuk Bantul.
Menurut Basuki, saat pemerintahan Hindia Belanda, pada 1824 pernah dibangun terowongan untuk irigasi. Terowongan itu ambruk sekitar 2000. Kemudian, Bendung Kamijoro sengaja dibangun agak ke atas dengan fee intake atau semacam bronjong untuk mengantisipasi aktivitas penambangan pasir di bawah agar tidak melorot.
“Bendungan kami bangun lebih di atas agar posisinya lebih tinggi. Airnya bisa dialirkan ke terowongan buatan Belanda yang difungsikan untuk irigasi di wilayah Bantul,” ujar Basuki. (tom/iwa)

Breaking News