RADAR JOGJA – Menjelang malam pergantian tahun, jajaran Ditresnarkoba Polda DIJ mengintensifkan operasi. Sasarannya, peredaran minuman beralkohol (mihol). Operasi itu dilakukan hingga malam pergantian tahun guna mengantisipasi pesta mihol di Jogja.

Diresnarkoba Polda DIJ AKBP Ary Satriyan menjelaskan dari operasi awal yang dilakukan 20-26 Desember 2019, sebanyak 453 botol mihol berbagai merek disita. Terdiri dari mihol golongan A, B, dan C.

Selain itu, turut disita minuman oplosan dan moke (minuman keras tradisional dari Flores, NTT). “Minuman ini kami amankan dari tujuh lokasi,” ujar Ary (27/12).

Tujuh lokasi itu di antaranya meliputi wilayah Condongcatur, Seturan, Turi, dan Gondomanan. Mihol didapatkan dari cafe maupun warung-warung yang disinyalir menjual mihol tanpa izin edar.

‘’Banyak yang menjual di warung untuk mengelabuhi petugas. Jadi kalau tidak tahu informasinya, tidak tahu kalau warung tersebut berjualan (mihol),” terang Ary.

Peningkatan operasi juga untuk menciptakan kondisi yang aman menjelang perayaan tahun baru 2020. Sebab, tindakan kriminal dimulai dari pelaku yang sebelumnya mengonsumsi mihol maupun obat-obatan terlarang.

‘’Seperti klithih itu, saat pelaku diinterogasi bilangnya sebelum beraksi mengonsumsi minuman beralkohol atau obat terlebih dahulu. Operasi ini juga untuk menekan angka klithih,” kata Ary.

Para penjual mihol, melanggar Perda DIJ 12/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol Serta Pelarangan Minuman Oplosan. Untuk hukumannya dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring). ‘’Minggu depan kami langsung serahkan ke pengadilan untuk disidangkan,’’ ujar Ary.

Dalam operasi tersebut tidak hanya memberantas peredaran mihol saja. Narkotika juga turut ditindak. Belum lama ini, pihaknya berhasil mengamankan para pelaku yang hendak mengedarkan narkoba saat tahun baru.

Pihaknya menyita tembakau gorila seberat 156,22 gram. Selain itu, psikotropika dan obat terlarang daftar G, yakni 122 butir alprazolam, 49 butir riklona, 184 butir dexa, 184 butir tramadol, dan 3.144 butir trihexipenidyl.

‘’Karena biasanya saat malam tahun baru ada euphoria. Masyarakat minum minuman keras. Maka kami tingkatkan kegiatan tipiring,” tegas Ary. (har/iwa)

Breaking News