RADAR JOGJA – Sebanyak 16 ribu jemaat diprediksi bakal mengikuti ibadah misa Natal di Gereja Santo Antonius, Kotabaru, Jogja. Tak hanya masyarakat Jogja, wisatawan dan turis dalam jumlah besar diperkirakan juga akan mengikuti prosesi ibadah ini.
Kepala Paroki Gereja Kotabaru Santo Antonius Romo Maharsono mengatakan, ibadah misa dihelat sebanyak empat kali saat Natal. “Sekali ibadah biasanya mencapai 4000-an orang lebih,” jelasnya. Dikatakan, persiapan Natal di gereja hampir 100 persen. Persiapannya memakan waktu satu bulan.
Tema yang diangkat dalam perayaan Natal kali ini adalah Kebersamaan Membangun Kesejahteraan Bersama. Prinsip tema itu berasal dari Keuskupan Agung Semarang. Intinya membangun persaudaraan yang sejuk dengan semua kelompok masyarakat. Tema ini menekankan istilah Jawa srawung. “Harapannya, kita bisa terbuka, tidak eksklusif, dan mampu merangkul tiap kelompok masyarakat,” tambahnya.
Tajuk ini diangkat menyikapi kondisi politik Indonesia pasca pemilihan umum. Salah satu dampaknya adalah terjadinya gejala pengelompokan atau pengotakan pada masyarakat. Iklimnya dianggap tidak sehat dan tidak menyejukkan. “Menjelang Natal kita kerja sama dengan pemuda Masjid Syuhada dan pemuda Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Ini bentuk-bentuk yang bisa kita buat bersama untuk menyejukkan masyarakat,” jelasnya.
Dia menjelaskan, Gereja Santo Antonius merupakan bagian dari Kolese Santo Ignasius. Dibangun pada 1924 dan mulai digunakan tahun 1926. Sejak awal berdirinya, gereja ini dibuka untuk pribumi, padahal kala itu wilayah Kotabaru didominasi oleh orang Belanda. “Iklim keterbukaannya juga terbawa sampai sekarang. Kotabaru semacam miniatur Indonesia,” tambahnya.
Gereja juga menyiapkan dekorasi dan hiasan untuk menyambut perayaan Natal. Digarap untuk membantu jemaat memahami tema yang diangkat. Salah satu dekorasi adalah miniatur yang menyerupai kandang domba di dalam gereja. Ini menjadi simbol tempat kelahiran Yesus. “Yesus dilahirkan pada zaman yang paling rendah dan dilahirkan di tempat orang menggembalakan domba,” jelasnya.
Yesus menjadi manusia dalam konteks yang sangat rendah dan kecil. Kekecilan itu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang. “Hikmah Natal itu adalah sebuah kerendahan hati,” tuturnya.
Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mengatakan, jelang Natal partisipasi masyarakat untuk menjaga keamanan sangat tinggi. Pengamanan tak hanya dilakukan oleh Polri, TNI, dan pemerintah, melainkan juga bersinergi dengan organisasi dan kelompok masyarakat. “Ormas sudah berkonsolidasi melalui Kesbangpol melalui forum kerukunan umat beragama dan forum kewaspadaan dini masyarakat,” terangnya di Gereja Santo Antonius, Senin (23/12).
Sedangkan Satuan Polisi Pamong Praja DIJ sendiri menerjunkan 30.858 anggotanya untuk membantu pengamanan Natal dan Tahun Baru. Juga ada 328 anggota tim Search and Rescue (SAR) yang siaga di wilayah Kaliurang, kawasan selatan, dan Kota Jogja. Dia menghimbau masyarakat untuk menghindari perayaan secara besar-besaran. “Biasa saja dengan mengedepankan aspek kesederhanaan,” jelasnya. (cr16/laz)

Breaking News