SLEMAN – Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto memastikan aksi penangkapan di Jalan Kaliurang KM 9.3 Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman adalah terduga teroris. Dalam penangkapan ini tiga teduga teroris dipastikan tewas.

Sementara dua anggota Densus 88 mengalami luka bacok karena terduga sempat melawan.

Ketiga terduga teroris telah mendapat pengawasan khusus. Terlebih ketiganya diduga masih satu jaringan dengan terduga teroris Mlati, Sleman serta Pleret dan Mrisi, Bantul.

“Pengembangan dari lima terduga teroris sebelumnya Sleman dan Bantul. Kami lakukan tindakan karena terduga melawan. Dua anggota Densus 88 terluka akibat sabetan senjata tajam di tangan dan pinggang,” jelasnya ditemui di lokasi kejadian, Sabtu malam (14/7).

Dalam penangkapan ini petugas gabungan Densus 88 dan Satgas Kejahatan Jalanan Polda DIJ berhasil menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya satu pucuk senjata api dan lima buah senjata tajam.
Terkait penangkapan ini jajarannya juga belum bisa memastikan fokus pergerakan. Termasuk berpindahnya pergerakan aksi teroris di Jogjakarta. Dugaan ini masih memerlukan kajian terutama mendeteksi jaringan di Jogjakarta.
“Belum tahu apakah akan melakukan aksi di Jogjakarta. Ini juga masih dalam pengembangan. Tapi terkait agenda kunjungan Presiden RI hari ini dan obor Asian Games dipastikan tetap aman,” jelasnya.

Radar Jogja berhasil mengorek informasi kronologi penangkapan. Terduga teroris ternyata telah dikejar dari Jalan Kaliurang sisi atas. Sesampainya di depan Kantor Desa Sardonoharjo, satu terduga berhasil dilumpuhkan. Selanjutnya terduga sempat membajak sebuah truk nopol AB 8014 BK.
Usai membajak truk, kendaraan dipacu ke arah selatan. Kurang 200 meter truk berbelok ke arah kiri.. Niat melarikan diri melalui jalan kampung ternyata memasuki jalan buntu. Alhasil truk menabrak sebuah garasi milik warga sekitar.
“Kakak kandung saya Gito Amboro, 42, sempat meneriaki orang tersebut. Tiba-tiba satu orang keluar dan menyandera kakak ipar saya Sulis Khusnul Qotimah, 35. Lehernya dikalungi celurit,” kata Biworo, 36.

Saat disandera Khusnul sempat meronta-ronta. Hingga akhirnya lepas dari cengkraman pelaku penyanderaan. Aksi penyanderaan tergolong lama karena berlangsung hingga dua jam.
“Melawan dan langsung lari minta tolong lalu ada dua orang dari barat seperti Polisi tapi berpakaian sipil. Tidak terluka celurit tapi luka karena terjatuh. Setelah itu pelaku sempat teriak-teriak pakai bahasa Indonesia. Penyanderaan kurang lebih dua jam ada,” jelasnya.

Penyandera lanjutnya sempat menanyakan keberadaan rekannya. Biworo menuturka pelaku terlihat tidam terlalu tua atau muda. Dalam aksi ini terlihat banyak kerusakan. Mulai dari kaca rumah pecah hingga lubang proyektil peluru di kaca belakang Suzuki Karimun Estilo KT 1776 DF. Truk juga masih terparkir dengan kondisi mesin masih menyala.

“Menyanderanya di luar rumah, kalau sini alamatnya RT 01 RW 04 Sardonoharjo Ngaglik Sleman. Kakak ipar saya tadi masih syok jadi diamankan dulu dirumah saudara,” jelasnya. (dwi/ila)

Breaking News