(VITA WAHYU HARYANTI/RADAR JOGJA)

SLEMAN – Ada dua tantangan dihadapi dunia pendidikan. Yaitu perubahan cepat dan non-linear sebagai akibat bergulirnya suatu masa yang sering disebut sebagai Era Disrupsi dan Era Revolusi Industri 4.0.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisna Wibawa dalam upacara wisuda periode ketiga TA 2017/2018, Sabtu (12/5). Wisuda digelar di Gedung Olahraga (GOR) UNY.

“Dalam era ini, hal yang berperan utama adalah teknologi informasi yang telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Era disrupsi bisa terjadi karena perkembangan teknologi komunikasi pada generasi milenial dan era internet,” kata Sutrisna.

Era disrupsi ini selalu berkaitan dengan teknologi yaitu teknologi yang terbaru dan terus ter-update. Maka, sebagai bagian lulusan perguruan tinggi, lulusan UNY harus bersiap menghadapi era banyak “gangguan” yang diakibatkan perubahan yang makin sering terjadi dan harus disikapi dengan bijaksana agar mampu menanggapi tantangan zaman.

“Wisudawan tidak boleh terperangkap dengan cara pandang zaman old. Harus bergerak cepat untuk melakukan berbagai inovasi,” kata Sutrisna.

Dirinya berpesan wisudawan harus tetap memperhatikan pentingnya penguasaan teknologi digital serta bahasa asing. Dalam merespons perubahan tersebut, lulusan harus memiliki mindset yang terbuka terhadap perubahan, mindset yang adaptif, yang sering disebut dengan growth mindset.

“Manusia dengan growth mindset selalu memandang pencapaian sebagai hasil usaha dan hasil belajar. Bukan semata-mata karena adanya bakat dan takdir,” kata Sutrisna.

Tantangan lainnya adalah persaingan ketat lulusan perguruan tinggi. Semua perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UNY, berlomba meningkatkan kualitas.

Sutrisna mengatakan saat ini UNY terus berbenah memantapkan sebagai universitas kependidikan yang unggul. Setelah capaian akreditasi institusi Unggul atau A dan memperoleh peringkat 10 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia di antara 3.500 PT se-Indonesia, UNY terus menata diri sebagai universitas unggul.

Targetnya pada 2019 UNY unggul di tingkat ASEAN. Pada 2021 unggul di Asia, dan pada 2025 unggul di dunia sebagai universitas kependidikan.

“Hal ini sesuai dengan visi UNY, menjadi universitas kependidikan unggul, kreatif, dan inovatif berlandaskan ketakwaan, kemandirian, dan kecendekiaan tahun 2025,” terangnya.

UNY menurut peringkat webomatrics mengalami kenaikan dari peringkat 31 menjadi peringkat 24 Indonesia. Peringkat unirank (4ICU) naik dari peringkat 8 menjadi 3 Indonesia.

Capaian artikel internasional sesuai data SINTA per 15 Mei 2018 sudah mencapai 360 artikel internasional. Terindeks scopus dan 51 artikel internasional terindeks DOAJ, Copernicus, dan Google Scholar.

UNY mewisuda 1.002 orang pada periode ketiga Tahun Akademik 2017-2018. Ada Sembilan orang program Doktor (S3), 103 orang program Magister Pendidikan (S2), 822 orang S1, dan 68 orang Program Diploma. (ita/iwa/mg1)

Breaking News