GUNUNGKIDUL – TNI menggelar pengobatan gratis kepada 6.000 warga di Gunungkidul. Operasi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari OMP (operasi militer) selain perang, menyasar wilayah yang membutuhkan.

“Masih banyak wilayah lain yang membutuhkan, seperti operasi katarak,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI mengatakan hal tersebut di sela bakti sosial pengobatan gratis di Gunungkidul Jumat (23/3). Berpusat di Lapangan Desa Bedoyo, Ponjong, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana Baksos Brigjen Sutrisno mengatakan bakti sosial terselenggara berkat kerjasama dengan organisasi aksi solidaritas era kabinet kerja (OASE KK) dan Dharma Pertiwi.

“Tujuan bakti sosial kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan kesehatan,” kata Sutrisno di sela baksos Jumat (23/3).

Selain mendekatkan diri dengan masyarakat, juga ada agenda prajurit napak tilas rute Panglima Jenderal Soedirman. Kegitan tersebut mengundang perhatian banyak pihak. Ribuan orang tumpah ruah di lapangan.

Hadi Tjahjanto mengatakan dengan bakti sosial hubungan tentara dengan masyarakat semakin dekat. Para taruna maupun taruni dapat memberikan nilai-nilai perjuangan kepada masyarakat, begitu juga sebaliknya.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat sehingga acara berlangsung meriah. Semakin terlihat sinergitas antara TNI dengan masyarakat,” kata Hadi Tjahjanto.

Dikatakan, bakti sosial sekaligus sebagai wujud dharma bakti TNI ke masyarakat. Agenda baksos sendiri tidak direncanakan, melainkan spontan. “Karena TNI sadar dan ingin meningkatkan derajat (kesehatan) masyarakat,” ucap jenderal bintang empat ini.

Salah seorang warga Bedoyo Samso mengaku terbantu dengan kegiatan bakti sosial tersebut. Adanya pengobatan gratis dari TNI secara otomatis meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Saya operasi katarak, gratis dan ditangani dengan cepat,” kata Samso. (gun/iwa/rg/mg1)

Breaking News