BANTUL – Inilah even olahraga yang paling ditunggu para atlet badminton di DIJ. Ya, Kejuaraan Bulutangkis Djarum Multicabang Super Series kembali digelar. Rencananya even rutin yang melahirkan bibit-bibit pemain badminton potensial ini dihelat selama lima hari, mulai Sabtu (24/3) hingga Rabu (28/3) mendatang.

Ketua PBSI DIJ Sukiman menyatakan, pada tahun ini terdapat tiga putaran Kejuaraan Bulutangkis Multicabang. “Putaran pertama akan berlangsung di Kabupaten Bantul. Tepatnya di GOR Pleret,” jelas Sukiman Rabu (21/3).

Sukiman menyebut para altlet akan bertarung sesuai dengan umur mereka sesuai kelas yang dipertandingkan. Adalah kelas tunggal usia dini, tunggal anak-anak, dan tunggal remaja. Tidak hanya itu, kelas remaja juga menampilkan ganda putra dan ganda putri serta ganda campuran. “Semua kelas ada karena memang untuk penjaringan,” ucapnya.

Namun sebelum itu, para peserta harus mengikuti manager meeting yang akan dilaksanakan pada Jumat (23/3) untuk mematangkan diri sebelum pertandingan.

Dikatakan, Kejuaraan Bulutangkis Multicabang Djarum Super Series merupakan satu paket. Menurutnya, seluruh atlet harus mengikuti tiga seri yang digelar. Itu karena poin yang diperoleh dari setiap seri bakal diakumulasi di akhir tahun. “Seperti liga. Poin ini untuk menentukan siapa juaranya,” ungkapnya.

Sukiman melihat even ini tak hanya membawa dampak positif bagi atlet di level regional maupun klub yang menaunginya. Lebih dari itu, juga daerah asal masing-masing atlet. Sebab, even ini sebagai salah satu jenjang bagi atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Popda), Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).

Bahkan, lanjut Sukiman, even ini juga dapat menjadi batu loncatan bagi atlet mencari klub yang lebih besar atau pelatnas. Oleh karena itu, Sukiman menyarankan atlet yang ingin naik kelas ke level nasional benar-benar mempersiapkan diri. Dengan menjadikan Kejuaraan Bulutangkis Multicabang Djarum Super Series sebagai salah satu tahapan menapaki jenjang karir.
“Setelah di Jogja sukses bisa mencari klub besar. Seperti Djarum agar bisa masuk pelatnas,” ungkapnya.

Menurutnya, pindah ke klub besar sangat penting. Sebab, fasilitas yang tersedia di klub di DIJ belum begitu memadai. “Seperti kajian materi fisik. Peralatan untuk jogging dan partner kurang,” tambahnya. (cr2/din/mg1)

Breaking News