PLAKAT PENGHARGAAN ANUGERAH BUDAYA PELESTARIAN CAGAR BUDAYA 2015

SELAIN Kota Jogja, Kabupaten Sleman juga memiliki ratusan BCB. Jumlahnya tak kurang 255. Salah satu yang bernilai historis tinggi, namun belum banyak dikenal masyarakat adalah Monumen Mijosastran.

Terletak di Desa Pundong II, Tirtoadi, Mlati. Berbentuk rumah tradisional khas Jawa. Rumah yang dibangun oleh Mangundimejo ini pernah dijadikan markas tentara Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Sekaligus menjadi tempat penyimpanaan logistik. Saat ini Ndalem Monumen Mijosastran dimanfaatkan sebagai rumah tinggal, sekaligus sarana menggelar berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Bangunan limasan ini mempunyai 4 sirah, terdiri atas rumah pokok, gandok, pringgitan, serta dapur, sumur, dan kamar mandi. Rumah di atas tanah seluas 31 x 64 meter persegi itu pernah dibakar pasukan Belanda yang bermarkas di wilayah Cebongan. Karena ketahuan sebagai markas tentara Indonesia. “Tak hanya bahan makanan yang terbakar, seperangkat gamelan juga ikut terbakar. Hanya menyisakan sebagian kecil rumah bagian belakang,” tutur Widagdo Marjoyo, cucu Mangundimejo, pengelola Ndalem Monumen Mijosastran.

Rumah berukuran luas 884 meter persegi itu lantas dibangun kembali pada 22 Oktober 1959 oleh Mijosastro, putra pertama Mangundimejo. Untuk mengenang perjuangan Mijosastro, rumah kuno itu lantas dinamakan Ndalem Monumen Mijosastran untuk mengenang Mijosastro. Dia adalah seorang veteran yang juga polisi. Pernah menjabat kepala Desa Tridadi (gabungan Desa Pundong, Sanggrahan,serta Gombang) pada 1946 dan wafat 1975. Mijosastro pernah ditangkap pasukan Belanda dan ditahan beberapa bulan.

Interior bangunan ini berornamen khas Jawa. Rangka atap

dan pilar-pilarnya berbahan kayu ukir. Jendela dan pintu-pintunya berukuran besar. “Pendapa ini belum mengalami perubahan sama sekali. Hanya sentong (kamar, Red) di bagian belakang sudah tidak tampak seperti bangunan aslinya karena direnovasi,” katanya.

“Saya kira akan lebih aman apabila ditembok. Makanya sentong yang asli saya bongkar. Tidak tahu jika ternyata mengubah nilai historisnya,” sambung Widagdo.

Sementara itu, melihat sisi historis dan manfaatnya, Ndalem Monumen Mijosastran pernah mendapatkan penghargaan Anugerah Budaya Pelestarian Cagar Budaya 2015 dari Pemprov DIJ sebagai sebagai bangunan tradisional limasan. (ita/yog/mg1)

Breaking News