Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja telah menjadi visi Gubernur DIY Hamengku Buwono X untuk periode masa jabatan 2017-2022.

Kemuliaan Martabat Manusia Jogja itu menyandang lima misi Kemuliaan atau Pancamulia yang terbagi dalam lima hal. Pertama, terwujudnya peningkatan kualitas hidup-kehidupan-penghidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkeadaban, melalui peningkatan kemampuan dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia Jogja yang berdaya saing.

Kedua, terwujudnya peningkatan kualitas dan keragaman kegiatan perekonomian masyarakat serta penguatan ekonomi yang berbasis pada sumber daya lokal untuk pertumbuhan pendapatan masyarakat sekaligus pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

Ketiga, terwujudnya peningkatan harmoni kehidupan bersama, baik pada lingkup masyaakat maupun pada lingkup birokrasi atas dasar toleransi, tenggang rasa, kesantunan dan kebersamaan.

Keempat, terwujudnya tata dan perilaku penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis. Kelima, terwujudnya perilaku bermartabat dari para aparatur sipil penyelenggara pemerintahan atas dasar tegaknya nilai-nilai integritas yang menjunjung tinggi kejujuran, nurani rasa malu, nurani rasa bersalah dan berdosa apabila melakukan penyimpangan dalam bentuk korupsi, kolusi dan nipotisme.

Tema visi dan misi itu kemudian menjadi pedoman penyusunan pembangunan lima tahun ke depan melalui dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY.

Ini ditandai dengan telah disampaikannya pidato penghantar Gubernur DIY Hamengku Buwono X tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RPJMD DIY 2017-2022 ke DPRD DIY belum lama ini. Gubernur dalam sambutannya di depan paripurna dewan mengingatkan, pembahasan Raperda RPJMD memerlukan kerja sama yang sinergis antara DPRD dengan Pemerintah Daerah DIY.

“Hasil pembangunan harus dinikmati seluruh masyarakat DIY,” kata gubernur. Adapun prioritas pembangunan ke depan, lanjut Hamengku Buwono X, haruslah dilaksanakan dalam upaya peningkatan kemuliaan dan kesejahteraan masyarakat.

“RPJMD Tahun 2017-2022 merupakan kesempatan bagi kita semua mewujudkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, terintegrasi, efektif, efisien dan akuntabel,” ingat Hamengku Buwono X.

Lebih jauh dikatakan, ada dua tujuan yang hendak dicapai dalam pembangunan jangka menengah tersebut. Yakni, pertama, meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan masyarakat dengan tatanan sosial yang menjamin kebhinekaan serta mampu menjaga dan mengembangkan budaya Yogyakarta. Kedua, terwujudnya reformasi tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Sedangkan, sasaran pembangunan selama lima tahun ke depan meliputi meningkatnya derajat kualitas SDM, meningkatnya derajat ekonomi masyarakat, terpelihara dan berkembangnya kebudayaan.Meningkatnya aktivitas perekonomian yang berkelanjutan, menurunnya kesenjangan ekonomi antarwilayah dan meningkatnya kapasitas tata kelola pemerintahan.

Setelah gubernur menyampaikan pidato penghantar, tujuh fraksi, FPDI Perjuangan, FPAN, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi PKB dan Fraksi Persatuan Demokrat memberikan tanggapan melalui pemandangan umum pada rapat paripurna yang berlangsung Jumat (2/3).

Salah satu fraksi, FPAN mencatat di bidang pendidikan DIY patut berbangga. Sebagai kota pendidikan banyak prestasi diraihDIY. Namun demikian, DIY masih bisa melompat lebih tinggi lagi.

Misalnya dari sisi rata-rata lama sekolah yang pada 2010 angka 8,51 tahun dan naik menjadi 9,12 tahun pada 2016. Dengan kewenangan pendidikan menengah menjadi kewenangan provinsi sesuai UU No. 23 Tahun 2014, diharapkan angkarata‐ratalamasekolahwargaDIYakanmeningkat.

“Harapannya semua peserta didik warga DIY dapat menamatkan sekolah menengahbaikSMA/MAmaupunSMK,” ujar Ketua FPAN Suharwanta. Salah satu cara memutus rantai kemiskinan dengan cara jalur pendidikan.

Kemiskinan merupakan hambatan menyekolahkan warga sampai jenjangmenengah.”DenganbantuanPemerintahDIYbukanmustahilseluruhpeserta didik warga DIYdapatmenamatkanbelajarsampaisekolahmenengah,” ingatnya. (kus/mg1)

Breaking News