BANTUL – Pekerjaan rumah pemkab mewujudkan sarana infrastruktur memadai di sekitar objek wisata (obwis) kian bertambah panjang. Ini seiring dengan munculnya Istana Penangkaran Burung (IPB) di Dusun Pucung, Wukirsari, Imogiri.

Akses transportasi menuju obwis yang memiliki koleksi ratusan jenis burung ini cukup memprihatinkan. Lebar jalan yang menjadi satu-satunya akses tak lebih dari dua meter.

Pengelola IPB Agung Trisnawanto mengungkapkan, akses jalan ini sebenarnya cukup dilintasi kendaraan pribadi. Namun, cukup sempit untuk berpapasan sehingga salah satu kendaraan harus menepi terlebih dahulu. Ini diperparah dengan kondisi medan jalan. Banyak turunan dan tanjakan tajam. “Khas jalan di perbukitan,” jelas Agung ditemui di IPB, Senin (12/2).

Dampak lainnya adalah bus besar yang mengangkut rombongan wisatawan harus berhenti di bawah. Menurutnya, sejak diresmikan awal Desember tahun lalu tak sedikit wisatawan yang melirik IPB. Sebagian membawa kendaraan pribadi. Lainnya adalah bus rombongan wisata. Karena harus berhenti di bawah, rombongan wisatawan ini terpaksa diangkut dengan kendaraan lain menuju obwis.

“Desa mempertimbangkan mengoperasikan ojek sebagai solusi sementara,” ucapnya.

Bapak satu anak ini mengakui obwis yang dirintisnya ini berdiri di atas tanah miliknya. Seluas dua hektare. Anggaran pembangunannya yang ditaksir telah menelan Rp 2,5 miliar ini juga merupakan uang pribadi. Kendati begitu, Agung melibatkan BUMDes dalam pengelolaannya. Agar sebagian tiket masuk IPB sebagai pendapatan asli desa. “Tiket masuk promo Rp 10 ribu untuk dewasa. Anak-anak Rp 7 ribu,” sebutnya.

Menurutnya, pelebaran sekaligus perbaikan ruas jalan sangat rasional. Sebab, warga sekitar IPB juga membudidaya aneka jenis burung. Sekaligus menjualnya. Ini berbeda dengan konsep yang diterapkan IPB. Meski memelihara sekaligus budidaya, IPB tidak menjualnya. Pertimbangan lain adalah warga yang tinggal di pinggir jalan bersedia merelakan tanahnya untuk pelebaran.
“Hal ini pernah kami sampaikan kepada pemkab,” ungkapnya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Heru Prabowo tak menampik kondisi sarana infrastruktur penunjang di IPB masih kurang memadai. Sebagai representasi pemkab, Dispar mendukung perbaikan seluruh sarana. Mulai akses jalan, parkir hingga mandi cuci kakus (MCK).

Persoalannya adalah pengelola IPB telah mengajukan bantuan perbaikan ke pemprov pada tahun lalu. Dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar. Itu untuk pelebaran jalan, kawasan parkir dan MCK.
“Sehingga pemkab sekarang memantau terus. Semoga tahun ini terealisasi,” katanya. (zam/ila/mg1)

Bantul